Gregoria Mariska Tunjung: Perunggu Olimpiade Paris 2024 dan Tantangan Vertigo

Pebulutangkis Gregoria Mariska Tunjung terpaksa absen dari sejumlah turnamen karena vertigo parah yang dideritanya sejak akhir Maret 2025, termasuk Piala Sudirman dan Singapore Open.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 16 Mei 2025, 14:52 WIB
Peraih medali perunggu cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri Olimpiade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung berfoto dengan medali yang diraihnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 15 Agustus 2024. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, tengah berjuang melawan vertigo parah yang memaksanya untuk absen dari beberapa turnamen penting sejak akhir Maret 2025.

Vertigo yang dideritanya bermula di Indonesia dan telah berlangsung hingga saat ini, menyebabkan ia melewatkan sejumlah turnamen penting. Saat ini ia menjalani fisioterapi dan istirahat total.

Gangguan keseimbangan yang intens ini membuat Gregoria harus mundur dari beberapa turnamen bergengsi, termasuk Piala Sudirman 2025 dan Singapore Open 2025. Serangan vertigo yang dialaminya bisa berlangsung selama 4-5 jam, disertai muntah dan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas apapun selain berbaring.

Parahnya, dalam beberapa kesempatan, Gregoria bahkan harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans karena serangan vertigo yang sangat hebat.

Meskipun telah menjalani pemeriksaan MRI otak dan serviks, hasilnya menunjukkan tidak ada kelainan serius. Namun, dokter menjelaskan bahwa penyebab vertigo sulit dipastikan karena bisa dipicu berbagai faktor. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi Gregoria dan penggemar bulu tangkis Indonesia yang menantikan penampilannya di berbagai turnamen.

"Gregoria Mariska Tunjung ditarik keikutsertaannya dari Singapore Open dan Indonesia Open. Hal ini dikarenakan persiapan Jorji yang belum maksimal setelah pulih dari vertigo," kata Kabid Binpres Pelatnas PBSI Eng Hian pada keterangan PBSI.

 


Vertigo Ganggu Karier Gregoria Mariska Tunjung

Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah dari wakil China Han Yue 15-21 dan 17-21 pada perempat final All England 2025  di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (15/3). (foto: PBSI)

Gregoria Mariska Tunjung, yang dikenal dengan permainan agresif dan determinasinya, kini harus berjuang melawan musuh yang tak terlihat: vertigo. Gangguan keseimbangan ini telah memaksanya untuk menepi dari lapangan, meninggalkan rasa kecewa yang mendalam. Ia harus melewatkan kesempatan untuk berlaga di Piala Sudirman 2025, turnamen beregu campuran bergengsi. Posisinya pun digantikan oleh Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Tidak hanya Piala Sudirman, Gregoria juga terpaksa absen di Singapore Open 2025, turnamen BWF World Tour Super 750. Kehilangan kesempatan berkompetisi di turnamen-turnamen besar ini tentu menjadi pukulan berat bagi kariernya. Ia harus rela melepaskan kesempatan untuk meraih poin dan meningkatkan peringkatnya di dunia.

Meskipun terdaftar sebagai peserta dan unggulan keenam di Indonesia Open Super 1000, partisipasinya masih belum pasti. Kondisi kesehatannya yang belum stabil menjadi kendala utama. Gregoria membutuhkan waktu istirahat dan perawatan intensif agar dapat kembali ke lapangan dengan kondisi prima.

Lanjut Baca:

Kondisi ini sangat disesalkan. Sebab, Gregoria baru saja mengharumkan nama Indonesia tahun lalu. Dia merebut perunggu Olimpiade Paris 2024, sekaligus mempertahankan tradisi medali dari bulu tangkis pada pesta olahraga terbesar di muka bumi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya