2,1 Juta Warga Gaza Terancam Kelaparan Ekstrem

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 16 Mei 2025, 08:45 WIB
2,1 Juta Warga Gaza Terancam Kelaparan Ekstrem
Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sekitar 2,1 juta orang di Jalur Gaza terancam kelaparan. Sementara, juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan pada Selasa (13/5/2025) adanya penurunan drastis bantuan makanan di Gaza, sementara layanan kesehatan dan pasokan bahan bakar hampir lumpuh di tengah blokade Israel yang terus berlangsung. Di Gaza, jumlah makanan yang didistribusikan setiap harinya merosot drastis hingga 70 persen, dari 840.000 porsi pekan lalu menjadi hanya 260.000 porsi pada minggu ini. PBB juga melaporkan ada satu dari lima orang di Gaza mengalami kelaparan. Untuk diketahui, Israel memberlakukan blokade bantuan kemanusiaan di Gaza, termasuk menghentikan pasokan makanan, pasokan medis, dan bantuan lainnya, sejak 2 Maret 2025.
Warga Palestina berjuang untuk mendapatkan jatah makanan mereka di luar pusat distribusi di Beit Lahia, Jalur Gaza Utara pada 15 Mei 2025. (BASHAR TALEB/AFP)
Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sekitar 2,1 juta orang di Jalur Gaza terancam kelaparan. (BASHAR TALEB/AFP)
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan pada Selasa (13/5/2025) adanya penurunan drastis bantuan makanan di Gaza, sementara layanan kesehatan dan pasokan bahan bakar hampir lumpuh di tengah blokade Israel yang terus berlangsung. (BASHAR TALEB/AFP)
Bahkan, jumlah makanan harian yang disalurkan kepada warga sipil di Jalur Gaza menurun drastis dalam sepekan terakhir. (BASHAR TALEB/AFP)
Di Gaza, jumlah makanan yang didistribusikan setiap harinya merosot drastis hingga 70 persen, dari 840.000 porsi pekan lalu menjadi hanya 260.000 porsi pada minggu ini. (BASHAR TALEB/AFP)
PBB juga melaporkan ada satu dari lima orang Palestina di Gaza mengalami kelaparan. (BASHAR TALEB/AFP)
Untuk diketahui, Israel memberlakukan blokade bantuan kemanusiaan di Gaza, termasuk menghentikan pasokan makanan, pasokan medis, dan bantuan lainnya, sejak 2 Maret 2025. (BASHAR TALEB/AFP)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya