Intip Harga Saham DEWA Hari Ini 15 Mei 2025 saat IHSG Menghijau

Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 172 dan level terendah Rp 161 per saham pada Kamis, 15 Mei 2025.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 15 Mei 2025, 17:16 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (15/5/2025). Koreksi saham DEWA terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat.

Mengutip data RTI, harga saham DEWA hari ini ditutup anjlok 2,37% ke posisi Rp 165 per saham. Harga saham DEWA sempat menghijau pada awal sesi perdagangan. Saham DEWA dibuka naik dua poin ke posisi Rp 171 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 172 dan level terendah Rp 161 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.216 kali dengan volume perdagangan 8.504.919 saham. Nilai transaksi saham DEWA berada di posisi Rp 140,1 miliar.

Sementara itu, IHSG hari ini ditutup menguat hingga kembali tembus posisi 7.000. IHSG ditutup menguat 0,86% ke posisi 7.040,16. Indeks saham LQ45 bertambah 1,19% ke posisi 796,41. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.076,73 dan level terendah 7.002,37. Sebanyak 345 saham menguat sehingga angkat IHSG. 257 saham melemah dan 208 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.511.701 kali dengan volume perdagangan 36,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,9 triliun.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 1,2% dan catat penguatan terbesar. Diikuti sektor saham infrastruktur mendaki 1,15% dan sektor saham keuangan menguat 1,13%.

Sementara itu, sektor saham basic mendaki 0,17%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,40%, sektor saham kesehatan melesat 0,90%, sektor saham properti naik 1,01 persen, dan sektor saham transportasi melesat 0,37%.

Sementara itu, sektor saham teknologi terpangkas 1,86%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal susut 0,08% dan sektor saham industri melemah 0,13%.

Investor Asing Net Buy Jumbo, IHSG Bisa Tembus 7.100?

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan penetapan kondisi pasar yang fluktuatif signifikan berlaku selama enam bulan sejak tanggal dikeluarkan, yaitu 18 Maret 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan tajam sebesar 2,2% ke level 6.980 pada perdagangan Rabu (14/5/2025).

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardhana menilai, kondisi ini menandai lompatan teknikal yang krusial bagi investor. Kenaikan IHSG ini disebut sebagai sinyal awal bahwa tekanan bearish yang membayangi indeks sejak awal 2025 mulai berkurang.

Aliran dana asing juga mencatatkan arus masuk signifikan, memperkuat reli di pasar. Net buy asing tercatat mencapai Rp 2,8 triliun di pasar reguler, mengindikasikan mulai membaiknya persepsi investor global terhadap emerging markets, termasuk Indonesia. Arus modal ini menjadi katalis penguatan IHSG yang solid.

“Penguatan ini turut diperkuat oleh aliran dana asing yang cukup deras, dengan mencatatkan net buy sebesar Rp 2,8 triliun di pasar reguler—indikasi bahwa sentimen investor global mulai membaik terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Hendra dalam keterangan yang diterima Liputan6,com, Kamis (15/5/2025).

 

Hubungan Dagang Dorong Sentimen Positif

Katalis utama lonjakan indeks berasal dari meredanya tensi dagang global, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kedua negara mengumumkan 'total reset; dalam hubungan dagangnya, disertai pernyataan dovish dari Presiden AS dan Menteri Keuangan. Pasar menyambut positif adanya gencatan senjata 90 hari dalam perang tarif.

Perkembangan ini memberi harapan akan normalisasi rantai pasok global dan stabilisasi harga komoditas. Walaupun belum bisa disimpulkan bahwa konflik dagang benar-benar berakhir, pasar telah mendapatkan kejelasan arah dalam jangka pendek.

“Meski masih prematur menyimpulkan bahwa perang dagang benar-benar berakhir—mengingat sejarah deadlock pada 2018—pasar telah merespons secara positif karena ketidakpastian jangka pendek berhasil ditekan,” kata Hendra.

Target 7.100

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara teknikal, tembusnya resistance 6.945 membuka ruang bagi IHSG menuju level psikologis 7.000. Apabila euforia pasar tetap kuat dan dana asing terus mengalir, indeks berpeluang menguji level 7.050–7.100 pada akhir pekan. Namun, validitas perubahan tren dari bearish ke bullish masih menunggu konfirmasi.

Menurut Hendra, syarat utama pergeseran tren adalah kemampuan IHSG bertahan secara konsisten di atas 7.100 selama beberapa sesi perdagangan ke depan. Tanpa itu, penguatan saat ini bisa saja hanya menjadi rebound sementara.

“Tren jangka menengah baru benar-benar berubah dari bearish ke bullish apabila IHSG mampu bertahan konsisten di atas 7.100 dalam beberapa hari perdagangan ke depan,” jelasnya.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya