Gebok, Permainan Tradisional Penggembala Ternak di Betawi

Salah satu wilayah yang mempopulerkan permainan ini adalah Ciracas, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Permainan ini memiliki beberapa adegan pukul-pukulan atau gebuk di dalamnya.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 20 Mei 2025, 09:00 WIB
Pemandangan proyek pembangunan Perkampungan Budaya Betawi di tengah Setu Babakan, Jakarta, Kamis (3/1). Kawasan tersebut nantinya akan dihiasi dengan berbagai bangunan bertema Betawi. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Betawi - Masyarakat Betawi tempo dulu banyak yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Agar tak bosan, mereka aktif bermain permainan tradisional gebok di sela-sela menggembala.

Profesi bertani dan beternak yang dilanggengkan ke anak cucu mereka pun melahirkan permainan gebok. Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, saat siang hari, anak-anak membantu orang tuanya menggembala ternak sapi di sawah.

Mereka pun mencuri waktu untuk bermain gebok. Permainan tradisional ini dilakukan dengan melemparkan bola sekeras mungkin ke arah sasaran. Dalam bahasa lokal, gebok berarti menimpuk.

Salah satu wilayah yang mempopulerkan permainan ini adalah Ciracas, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Permainan ini memiliki beberapa adegan pukul-pukulan atau gebuk di dalamnya.

Dimainkan sembari melepas baju, permainan ini pun hanya dimainkan oleh anak laki-laki. Jumlah pemainnya tak terbatas. Semakin banyak pemain, maka akan semakin seru.

Untuk bermain gebok diperlukan peralatan berupa pancak kayu sepanjang 50 sentimeter. Pancak tersebut ditancapkan di tanah.

Selain itu, alat lainnya yang diperlukan adalah tali tambang sepanjang 75 sentimeter dan daun pisang kering atau kembang rumput. Daun pisang kering digunakan untuk mengundi pemain yang akan menjadi penjaga.

Permainan ini juga memerlukan satu buah bola karet dan 15 buah kaleng bekas. Kaleng tersebut disusun bertingkat.

Dalam pelaksanaannya, gebok berisi beberapa regu dengan setiap satu regu berisi minimal dua orang pemain. Setiap anggota regu penyusun akan bekerja sama menyusun tumpukan kaleng, sedangkan regu penjaga bekerja sama dalam melempar bola karet.

 

Mengenai Kaleng

Ketika lemparan anggota penjaga mengenai kaleng, anggota penyusun akan menyusun kembali tumpukan kaleng yang berserakan dengan cepat. Sementara itu, anggota penjaga akan berusaha mengambil bola untuk dilempar ke anggota penyusun. Anggota penjaga terus berusaha melempar bola ke anggota penyusun yang berpencar hingga selesai atau hingga lemparan bola mengenai anggota penyusun.

Sementara itu, versi lain permainan ini melibatkan baju-baju yang mereka lepaskan sebagai media permainan. Baju-baju tersebut disusun di atas pancak kayu dengan tali.

Mereka akan berlari mendekati pancak kayu untuk mengambil baju mereka masing-masing. Pemain penjaga harus bisa menangkap setiap pemain yang berusaha mendekat.

Pemain gebok yang tertangkap terakhir harus siap-siap disabet dengan baju oleh anak yang lain. Setelah baju yang diletakkan di pancak sudah terambil semua, pemain yang berhasil mengambil baju berhak memukul dua kali lipat dari pemain lainnya.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya