Solusi Bupati Harno Cegah Stunting di Kabupaten Rembang

Diketahui, Kabupaten Rembang ditargetkan memiliki 39 SPPG sebagai bagian dari percepatan implementasi program MBG

oleh Panji PrayitnoDiperbarui 15 Mei 2025, 15:27 WIB
Anggota Komisi IX Edy Wuryanto. (ist)

Liputan6.com, Jakarta Bupati Rembang Harno menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi solusi penting di tengah upaya penanganan masalah gizi dan pencegahan stunting di wilayah kerjanya.

Harno menyatakan siap untuk mensukseskan program makan bergizi gratis (MBG) inisiasi presiden Prabowo.

“Rembang sangat menanti hadirnya program ini. Kami siap mendukung penuh agar anak-anak kami bisa tumbuh sehat dan cerdas,” kata Harno saat sosialisasi di Rembang, Senin (12/5/2025).

Diketahui, Kabupaten Rembang ditargetkan memiliki 39 SPPG sebagai bagian dari percepatan implementasi program MBG. Diketahui, program tersebut dirancang agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya memberi manfaat di bidang kesehatan, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi lokal.

“SPPG dapat menyerap tenaga kerja dan mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal. Kami berharap semua stakeholder di daerah siap berkolaborasi mendukung program nasional ini,” ujarnya.

Kualitas Pangan

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengatakan, kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Program MBG, katanya, sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Menurutnya, pemahaman dan keterlibatan masyarakat, termasuk para tenaga kesehatan, sangat penting untuk mempercepat pelaksanaan program.

“Program MBG ini masih perlu banyak sosialisasi. Peran yayasan, tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat, sangat dibutuhkan dalam mendukung kerja Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengoordinasikan pelaksanaan program ini lintas sektor,” ujar Edy Wuryanto.

Ia menambahkan, tujuan utama MBG adalah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, khususnya di daerah seperti Rembang, guna mendukung tumbuh kembang yang optimal dan menekan angka stunting.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya