Beli Pakaian Bekas, Ini Tips Cegah Penularan Penyakit Kulit dari Dokter Spesialis UGM

Tren membeli barang bekas seperti pakaian bekas untuk digunakan kembali yang dikenal dengan istilah thrifting, sekarang ini banyak digandrungi di kalangan anak muda. Padahal tidak jarang dari mereka mampu membeli pakaian berkualitas dengan harga yang terjangkau.

oleh Yanuar HDiterbitkan 23 Mei 2025, 21:00 WIB
Ilustrasi membeli pakaian bekas. (Image by Freepik)

Liputan6.com, Yogyakarta - Kebiasaan membeli pakaian bekas harus waspada, karena tidak sedikit konsumen yang sudah menggunakan pakaian bekas justru malah terinfeksi penyakit kulit. Penggunaan pakaian bekas yang belum terjamin kebersihannya dapat menularkan berbagai penyakit kulit baik infeksius yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit, serta penyakit non infeksius seperti dermatitis.

Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM, Adissa Tiara Yulinvia, mengatakan penularan penyakit kulit terjadi melalui kontak langsung antara pakaian bekas yang tidak bersih dengan kulit dari orang yang mengenakan pakaian bekas tersebut.

“Pakaian bekas yang tidak bersih dapat mengandung organisme penyebab infeksi maupun zat yang bersifat menyebabkan alergi atau iritasi bila berkontak langsung dengan kulit pengguna barunya”, terangnya, Kamis 8 Mei 2025.

Adissa menjelaskan jika sudah terlanjut terkena penyakit kulit maka segera memeriksakan diri ke dokter atau dokter spesialis kulit. Sebagai bentuk penanggualangan, sebenarnya ada upaya pencegahan penyebaran penyakit kulit yang dapat dilakukan saat membeli pakaian bekas.

Bagi yang membeli pakaian bekas, sebaiknya selalu mencuci baju bekas sebelum digunakan dengan cara direndam dahulu dengan deterjen atau disinfektan selama 2-3 jam dalam air bersuhu sekitar 60 derajat celcius.

“ Pastikan cuci secara terpisah dari pakaian lain. Lalu setelah dicuci dan dikeringkan, sebaiknya disetrika” ujarnya.

Langkah selanjutnya, menyimpan pakaian di suhu kering dengan kelembaban udara rendah, karena sebagian besar organisme infeksius dapat bertahan hidup lebih baik pada lingkungan dengan kelembaban tinggi.

“Selalu pastikan kebersihan pakaian bekas yang dibeli dan segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan sesudah menggunakan pakaian bekas,” pesannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya