Ini Sosok Calon Ketum PPP dari Luar Partai, Ada Nama Dudung Abdurachman sampai Amran Sulaiman

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal menggelar muktamar partai pada Agustus 2025. Salah satu agendanya adalah memilih calon ketua umum.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 14 Mei 2025, 08:45 WIB
Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman. Ia merupakan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal menggelar muktamar partai pada Agustus 2025. Salah satu agendanya adalah memilih calon ketua umum.

Juru Bicara PPP, Usman M Tokan mengatakan, kader menginginkan sosok ketua umum baru hasil muktamar.

"Perlu dicatat hari ini PPP masih dipimpin oleh Plt Ketua Umum, bukan Ketum hasil Muktamar. Jadi kita semua sebagai pengurus dan kader PPP pasti berkeinginan untuk sesegera mungkin melaksanakan muktamar untuk memilih ketua umum baru," ucap Usman saat dikonfirmasi, Rabu (14/5/2025).

Dia menyebut, selain kader internal muncul juga figur eksternal ke bursa calon ketua umum. Mereka diantaranya adalah  Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional sekaligus eks KSAD Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

"Ada nama nama eksternal yang muncul ke permukaan adalah bapak Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Syaifullah Yusuf, Andi Amran Sulaiman, dan Agus Suparmanto," terang Usman.

"Nama-nama eksternal ini ada yang terdengar samar-samar, tetapi ada juga yang sudah melakukan konsolidasi serta muncul bertemu dengan beberapa kawan-kawan pimpinan wilayah atau DPW PPP dan ada juga sudah redup," sambungnya.

Usman berharap, figur eksternal yang maju menjadi calon ketua umum di muktamar tetap menjadi kader PPP meskipun nantinya tidak terpilih menjadi Ketum.

"Berharap apabila tidak terpilih, tetap bergabung dan berjuang membesarkan PPP untuk merebut kembali kejayaan PPP di pemilu 2029 yang akan datang," ujarnya.

 

Calon dari Internal Partai

Co-Founder Saratoga Investama Sandiaga Uno dalam sebuah forum Dubai Global Gateway 3.0. (Tim News).

Juru Bicara PPP, Usman M Tokan mengatakan, tak ada alasan khusus muktamar ditunda sampai Agustus. Namun, karena dalam waktu dekat ada peringatan Idul Adha 1446 H dan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah daerah, maka diputuskan muktamar baru akan digelar antara Agustus atau September 2025.

"DPP telah memutuskan untuk pelaksanaan Muktamar PPP setelah menghadapi hari raya Idul Adha dan pilkada ulang dibeberapa daerah, sehingga diputuskan antara Agustus-September," kata Usman pada wartawan, Rabu (14/5/2025).

Usman menyebutkan, terdapat sejumlah kader internal masuk dalam bursa calon ketua umum yakni, Petahana Mardiono, Sandiaga Salahudin Uno, Muhamad Romahurmuzi hingga Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin.

"Saat ini nama-nama itu bermunculan. Kalau dari kalangan internal ada bapak Muhamad Mardiono, Muhamad Romahurmuzi, Sandiaga Salahudin Uno, Amir Uskara dan Taj Yasin Maimoen," kata Usman.

"Pak Suharso Monoarfa juga punya peluang yang sama kalau beliau bersedia maju kembali," pungkasnya.

20 DPW Ingin Ganti Ketua Umum di Muktamar 2025

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur menggelar halal bihalal sekaligus konsolidasi menjelang Muktamar PPP yang dijadwalkan berlangsung antara Agustus hingga September 2025.

Acara digelar di Kantor DPW PPP Jatim, Surabaya, Minggu (11/5/2025), dan dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat serta kader dari 38 DPC se-Jawa Timur.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekjen DPP PPP M Arwani Thomafi, Ketua DPP PPP M Qoyum Abdul Jabbar, M. Thobahul Aftoni, serta Ketua DPW PPP Jatim Mundjidah Wahab.

Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi menegaskan bahwa DPW PPP Jawa Timur solid menyuarakan agenda perubahan dalam muktamar mendatang, termasuk pergantian ketua umum partai.

"Penting untuk DPW mengkonsolidasikan kekuatan struktur, bahwa PPP Jatim juga kompak dan solid untuk mengusung agenda perubahan di Muktamar 2025," ujar Arwani.

Ia menyebut, hingga saat ini, lebih dari 20 DPW se-Indonesia menyatakan sepakat mendorong perubahan menyeluruh di tubuh partai, termasuk memilih ketua umum baru. Arwani menyebut semangat ini juga datang dari kalangan ulama dan pimpinan majelis partai.

"Transformasi sebagai keinginan adanya perubahan baik dari kepemimpinan, tata kerja, keorganisasian, juga cara pandang termasuk strategi pemenangan pemilu itu harus menjadi mindset agenda perubahan," lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya