Salah satu remaja saat bermain papan seluncur atau skateboard di taman seluncur (skatepark) dan lintasan sepeda BMX di kolong jalan layang tol dalam kota, Slipi, Jakarta, Selasa (13/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Jakarta memiliki banyak ruang terbuka, salah satunya adalah Taman Skateboard Slipi yang selalu ramai dikunjungi oleh anak-anak dan remaja untuk melakukan beraktivitas bermain papan seluncur. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ada beberapa taman seluncur di Jakarta yang menjadi favorit bagi anak-anak dan remaja yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya di kolong tol Slipi, di kolong jalan layang Pasar Rebo, dan Kalijodo serta Pintu 3 Kompleks Gelora Bung Karno. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Fasilitas taman seluncur yang dibangun Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta melalui Suku Dinas Kehutanan itu untuk menyalurkan para penghobi olahraga skateboard dan lintasan sepeda BMX secara gratis. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Taman seluncur modern yang terbuka untuk umum selama 24 jam itu juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti musola, toilet umum, dan tempat duduk penonton. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta masih perlu kembali memetakan lokasi-lokasi bawah jembatan layang mana saja yang bisa dikembangkan sebagai ruang publik yang mudah diakses warga. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Keberadaan ruang publik perkotaan diharapkan bukan hanya menjadi sekedar tempat berkumpul. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ruang publik perkotaan, khususnya di Jakarta diharapkan memiliki fungsi utama menjadi lokasi bersama untuk belajar, berbagi, mengembangkan bakat, hingga melahirkan atlet prestasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar
Keberadaan ruang publik juga harus membangkitkan kesadaran bersama saling menjaga dan memanfaatkannya sebagai area untuk berbagi dan saling menghargai. (Liputan6.com/Angga Yuniar)