Paul Munster Gemar Koleksi Kartu, Pengaruhi Kinerja Persebaya Surabaya di BRI Liga 1?

Pelatih Persebaya, Paul Munster, mendapat kartu merah usai laga imbang kontra Semen Padang. Akibatnya, ia absen di laga krusial melawan Borneo FC, mengancam peluang Persebaya di puncak klasemen BRI Liga 1.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 13 Mei 2025, 14:50 WIB
Tak ada gol dan duel berakhir tanpa pemenang. Pasukan Paul Munster masih menduduki puncak klasemen BRI Liga 1 dengan 30 poin. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2025 antara Persebaya Surabaya melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (11/5/2025) berakhir imbang 1-1. Laga tersebut diwarnai insiden kartu merah bagi pelatih Persebaya, Paul Munster, setelah terlibat ketegangan dengan staf pelatih Semen Padang.

Hujan deras sempat menunda pertandingan, namun drama sesungguhnya terjadi di lapangan.

Semen Padang unggul lebih dulu lewat gol Cornelius Stewart di menit ke-35. Persebaya menyamakan kedudukan melalui Bruno Moreira di menit ke-65. Namun, gol Dejan Tumbas di menit ke-84 dianulir VAR karena offside.

Ketegangan memuncak di akhir laga, dipicu protes keras staf pelatih Semen Padang terkait cedera pemainnya dan keputusan wasit yang dinilai kontroversial.

Paul Munster terlihat menghampiri area bangku cadangan Semen Padang. Wasit utama, Adham Mohammed Tumah Makhadmeh, pun mengambil keputusan tegas dengan mengusir kedua pelatih dari lapangan. Insiden ini menambah catatan buruk disiplin Munster yang sebelumnya sudah mengoleksi empat kartu kuning musim ini.


Kartu Merah dan Sanksi untuk Munster

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster menyapa pelatih Dewwa United, Jan Olde Riekerink sebelum kedua tim bertanding pada pekan ke-24 BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat (21/2/2025) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Kartu merah yang diterima Paul Munster menambah panjang daftar hukuman disiplinnya sepanjang musim ini. Sebelumnya, ia telah menerima empat kartu kuning, dua di antaranya membuatnya absen mendampingi tim. Penyebab utamanya adalah protes kepada wasit, yang terjadi dalam beberapa pertandingan, termasuk saat melawan PSS Sleman (11 Agustus 2024), Madura United (2 Desember 2024), dan Persis Solo.

Akibat kartu merah ini, Munster dipastikan absen saat Persebaya melawan Borneo FC di pekan ke-33 pada Minggu (18/5/2025). Absennya pelatih kepala bisa berdampak pada strategi dan motivasi tim, terutama di fase akhir kompetisi yang sangat krusial.

"Saya kecewa dengan keputusan wasit, tetapi saya harus menerima konsekuensinya," ujar Paul Munster seusai pertandingan, dikutip dari laman resmi Persebaya. "Saya akan fokus untuk mempersiapkan tim untuk pertandingan selanjutnya."


Performa Persebaya di BRI Liga 1

PERSEBAYA (Liputan6.com/Abdillah)

Persebaya Surabaya menjalani musim yang penuh dinamika. Di paruh pertama, mereka tampil gemilang dengan 11 kemenangan, 4 imbang, dan 2 kekalahan, menempati posisi kedua klasemen. Namun, performa menurun di paruh kedua dengan catatan 4 menang, 6 imbang, dan 5 kalah. Hal ini membuat mereka berada di posisi ketiga klasemen sementara.

Penurunan performa ini, ditambah absennya Munster dalam beberapa laga penting, menjadi sorotan pendukung. Konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci bagi klub papan atas untuk mengamankan posisi di BRI Liga 1. Persebaya perlu memperbaiki performa dan menjaga stabilitas manajerial dan teknis untuk tetap bersaing.

Absennya Munster jelas menjadi pukulan bagi Persebaya. Tim harus segera bangkit dan menunjukkan konsistensi agar tetap berada di jalur perebutan gelar juara. Kehilangan pelatih berpengalaman di laga krusial tentu akan menjadi tantangan besar bagi tim Bajul Ijo.

Persebaya harus fokus memperbaiki strategi dan meningkatkan kerjasama tim untuk menghadapi tantangan di sisa pertandingan BRI Liga 1 musim ini. Dukungan penuh dari suporter sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi sulit ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya