Atasi Banjir, Pemkab Bandung Mulai Normalisasi Aliran Sungai Cidawolong

Pemkab Bandung mulai melakukan normalisasi Sungai Cidawolong untuk upaya menanggulangi banjir di kawasan tersebut.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 17 Mei 2025, 10:00 WIB
Normalisasi sungai untuk menanggulangi banjir di kawasan Cidawolong, Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung pada Senin, 12 Mei 2025. (Dok. Pemkab Bandung)

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mulai melaksanakan normalisasi sungai untuk penanggulangan banjir di kawasan Cidawolong, Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung pada Senin, 12 Mei 2025.

Alat berat backhoe pada tahap awal mulai melakukan pengerukan Sungai Cidawolong, yang berada di akses Jalan Raya Laswi Majalaya. Diketahui, kawasan tersebut rawan tergenang banjir saat hujan deras turun. 

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyebut normalisasi sungai tersebut akan dilakukan hingga muara Sungai Cipadulun. 

"Insya Allah program pentahelix normalisasi sungai ini dengan sasaran sekitar 1 km," kata Dadang dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa, 13 Mei 2025. 

Dadang menilai, banjir di kawasan tersebut kerap terjadi lantaran sungai yang dangkal serta aliran tersumbat. "Dan perlunya kesadaran warga yang masih buang sampah sembarangan," ucapnya.

Menurut Dadang, pemeliharaan aliran Sungai Cidawalong, Sungai Cipadaulun, dan Sungai Cirasea ini seluruhnya merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah sungai Citarum (BBWSC).

Melalui program pentahelix tersebut, Dadang mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan ke depan bahwa apabila seandainya tidak ditangani BBWSC, Pemkab Bandung akan melanjutkannya.

"Insya Allah hari ini dan mohon doanya kepada seluruh warga Kabupaten Bandung, terutama warga Kecamatan Majalaya. Semoga lancar dalam pelaksanannya, bisa berjalan dengan baik," tutur Dadang.

Di sisi lain, Dadang juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilik lahan yang telah menghibahkan tanahnya sebesar 2 meter. 

"Insya Allah akan lebih bermanfaat untuk lahan pertanian. Selain itu bisa digunakan untuk penampungan sumber air untuk mengairi lahan-lahan pertanian. Kita mohon doa restu dari semuanya. Terima kasih," ujarnya.

 

Belasan Tahun Banjir

Kepala DPUTR Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa mengatakan banjir di Cidawolong telah terjadi selama belasan tahun. Dengan beberapa permasalahan di kawasan tersebut, Zeis menyebut ada berbagai kewenangan di kawasan tersebut.

"Mulai dari jalan provinsi, saluran irigasi unit provinsi, BBWSC, sehingga upaya penanganan banjir di kawasan Cidawolong itu melalui program pentahelix. DPUTR tidak bisa intervensi untuk kegiatan, namun karena provinsi dan DPUTR juga ada keterbatasan anggaran sehingga mereka menyambut baik dengan inisiatif Pak Bupati untuk melakukan program pentahelix, yaitu melaksanakan kegiatan pentahelix dengan dukungan dana dari para pengusaha," tuturnya.

Zeis menuturkan, pihaknya secara teknis telah konsultasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, termasuk dengan BBWSC yang memiliki kewenangan dalam pemeliharaan aliran sungai tersebut.

"Sepanjang 3 km yang harus dilakukan normalisasi. Namun untuk program pentahelix ini dilakukan di Sungai Cibotor dan Sungai Cidawolong yang dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan para pengusaha, yaitu sepanjang sekitar 1 km," tandasnya.

 

Penulis: Arby Salim

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya