Liputan6.com, Jakarta Egg freezing atau pembekuan sel telur mendadak ramai dibahas beberapa waktu sebelum seleb Luna Maya menikah. Hal tersebut berawal dari sebuah potongan video lama wawancara Luna yang beredar di media sosial.
Dalam sebuah podcast dengan Venna Melinda, Luna menyebut dirinya telah melakukan pembekuan sel telur atau egg freezing. Pada 2021 Luna melakukan egg freezing agar memiliki sel telur yang bagus saat tiba saatnya dia berkeluarga. Untuk diketahui, sel telur perempuan mulai mengalami penurunan jumlah secara signifikan setelah berusia 35 tahun.
Advertisement
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas Shanty Olivia Jasirwan dari RS Pondok Indah - IVF Center mengungkapkan bahwa secara umum ada dua hal yang membuat perempuan melakukan sel telur atau egg freezing.
Indikasi Medis
"Indikasi medis ini pada penderita kanker yang akan menjalani kemoterapi," kata Shanty lewat pesan suara menjawab pertanyaan Health Liputan6.com ditulis Selasa, 13 Mei 2025.
Kemoterapi dapat mengganggu ovarium dan sel telur wanita, hal ini bisa saja menyebabkan infertilitas sementara atau permanen.
Usai kemoterapi juga bisa saja memicu menopause dini yang membuat kemampuan perempuan untuk memiliki anak secara alami.
Maka dari itu, wanita yang hendak melakukan kemoterapi dan masih memiliki keinginan untuk punya anak di kemudian hari bisa melakukan egg freezing.
Alasan Sosial: Karier hingga Belum Menemukan Pasangan
"Egg freezing juga bisa dilakukan pada perempuan yang belum siap hamil karena alsan karier atau pendidikan. Atau pada perempuan yang belum menemukan pasangan hidup," katanya.
Proses pembekuan sel telur ini banyak dilakukan oleh perempuan di negara-negara maju. Di Inggris misalnya, pada 2020 hingga 2022 ada sekitar 7.695 perempuan di sana melakukan egg freezing. Y
Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA), antara tahun 2020 dan 2022, sekitar 7.695 wanita di Inggris memilih untuk membekukan sel telur mereka secara pribadi. Dari angka itu, yang menggunakan sel telur yang telah dibekukan ada sekitar 1.050 atau 14%.
Prosedur Egg Freezing
Shanty memaparkan ada serangkaian hal yang dilakukan dalam proses egg freezing.
"Prosedur diawali dengan stimulasi ovarium selama kurang lebih 10-12 hari dengan suntikan hormon. Lalu dilakukan ovum pick up atau panen sel telur dengan cara pembiusan ringan," katanya.
Mengenai jumlah sel telur yang diambil tidak ada patokan pasti. Namun, untuk meningkatkan keberhasilan diambil sekitar 10-20 sel telur.Sesudah sel telur dipanen proses selanjutnya adalah dibekukan di laboratorium dengan teknik khusus bernama vitrifikasi. Vitrifikasi adalah teknik pembekuan sel telur tanpa terbentuknya kristal es.
Bagi perempuan yang bakal menjalani pengambilan sel telur untuk dibekukan penting untuk menjaga kesehatan dengan cara menjalankan gaya hidup sehat.
"Gaya hidup yang sehat menunjang kualitas sel telur," kata Shanty.
Contohnya, tidur cukup minimal 7 jam setiap malam, mengurangi stres, berolahraga secara rajin dan teratur. Lalu, mengonsumsi makanan seimbang, mengonsumsi antioksidan. Serta tak ketinggalan jauhi rokok dan alkohol.
Usia Ideal Mengambil Sel Telur
Shanty mengungkapkan bahwa idealnya bagi wanita yang ingin membekukan sel telur itu dilakukan sebelum usia 35 tahun. Sebelum usia tersebut kualitas dan jumlah sel telur masih baik.
"Setelah usia 35 terjadi penurunan jumlah sel telur secara signifikan," kata wanita yang juga praktik di RS Pondok Indah Puri Indah Jakarta ini.