Waisak 2569 BE/2025, Ribuan Umat Buddha Berkumpul di Candi Borobudur

Detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan gong tepat pukul 23.55.29 WIB. Detik-detik Waisak digelar di altar pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

oleh Muhammad AliDiperbarui 13 Mei 2025, 07:13 WIB
Peserta menerbangkan lampion sebagai tanda puncak perayaan Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tegah, Senin (16/05/2022) malam. Setelah sempat ditiadakan selama pandemi, pelepasan ribuan lampion di Pelataran Candi Borobudur pada Waisak tahun ini kembali diselenggarakan. (merdeka.com/Iqbal S.Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan umat Buddha mengikuti detik-detik Waisak 2569 BE/2025 di pelataran Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ketua Umum Mahabhudi Biksu Samanta Kusala Mahastavira di Magelang, Selasa (13/5/2025) menyampaikan setelah mengikuti detik-detik Waisak, masing-masing majelis membacakan doa secara bergiliran.

Detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan gong tepat pukul 23.55.29 WIB. Detik-detik Waisak digelar di altar pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Ia mengatakan mengiringi detik-detik Waisak untuk memperingati tiga momentum penting yaitu kelahiran orang suci, pencapaian kebuddhaan, dan meninggalnya Buddha Gautama. Para biksu dan umat Buddha melantumkan doa dan parita suci.

Ia menyampaikan untuk tema Waisak tahun 2025 adalah tingkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan mewujudkan perdamaian dunia

"Tema ini sangat relevan pada zaman sekarang ini di mana kita tahu kondisi di dunia ini sedang mengalami berbagai konflik," katanya yang dikutip dari Antara.

Selain mengikuti detik-detik Waisak, ribuan umat juga mendapatkan air berkah yang dijadikan sarana puja bakti kepada triratna dengan alunan ayat-ayat suci. Air tersebut menjadi lambang kerendahan hati yang dapat memberikan kesejukan bagi kehidupan spiritual manusia.

‎Para biksu dan umat Buddha menggelar pradaksina di kompleks Candi Borobudur untuk menutup rangkaian Tri Suci Waisak 2569 BE/2025.

Waisak Momen Menanam Kebajikan

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Tim News).

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 kepada seluruh umat Buddha di Indonesia.

Dia berpesan, Waisak bukan hanya menjadi momen suci bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi inspirasi universal bagi seluruh umat beragama di dunia untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, pengendalian diri, dan kebijaksanaan.

"Waisak adalah momen suci untuk memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan bagi kehidupan bersama, lintas iman dan budaya," ujar Nasaruddin Umar, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (12/5/2025).

Nasaruddin menyampaikan, Waisak Nasional tahun ini mengangkat tema Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia.

Maka, seluruh masyarakat Indonesia diajak untuk menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama.

"Tema ini merupakan ajakan mulia bagi kita semua—untuk bersatu, saling menghormati, dan menghadirkan kedamaian, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan," ucap dia.

Menag pun mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Wesākha Sānanda yang turut menyemarakkan Waisak tahun ini.

Menurutnya, kegiatan seperti Thudong (perjalanan spiritual para bhikkhu), bakti sosial, gerakan pelestarian lingkungan, dan pendalaman Dhamma telah memperkaya makna Waisak sekaligus mempererat kebersamaan lintas umat.

"Semoga perayaan Tri Suci Waisak ini menjadi sumber kekuatan spiritual, membawa ketenangan, dan memantapkan semangat persaudaraan dalam membangun Indonesia yang rukun dan damai," kata dia.

"Semoga semua makhluk hidup berbahagia," tandas Nasaruddin.

Infografis

Infografis Kilas Balik Penyelamatan dan Pelestarian Candi Borobudur. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya