Bandar Kripto Ini Cuan Rp 62 triliun dari Penjualan 3.724 ETH, Kok Bisa?

Seorang bandar kripto, atau biasa disebut 'Whale', berhasil mencetak keuntungan fantastis dari perdagangan Ethereum (ETH) dalam beberapa pekan terakhir. Trader yang dikenal dengan nama akun @qwatio menjual sebanyak 3.724 ETH dan berhasil mengantongi keuntungan sebesar USD 3,747 juta, atau skeitar Rp 61,9 miliar (asumsi kurs Rp 16.520,40 per USD).

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 12 Mei 2025, 18:39 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta Seorang bandar kripto, atau biasa disebut 'Whale', berhasil mencetak keuntungan fantastis dari perdagangan Ethereum (ETH) dalam beberapa pekan terakhir. Trader yang dikenal dengan nama akun @qwatio menjual sebanyak 3.724 ETH dan berhasil mengantongi keuntungan sebesar USD 3,747 juta, atau skeitar Rp 61,9 miliar (asumsi kurs Rp 16.520,40 per USD).

Penjualan dalam jumlah besar oleh @qwatio ini menunjukkan betapa satu pergerakan dari pelaku besar bisa berpengaruh besar terhadap pasar. Penjualan 3.724 ETH dilakukan melalui platform Hyperliquid, di mana ETH dijual dengan harga rata-rata USD 2.502,1 per keping.

Yang menarik, ETH tersebut sebelumnya dibeli dalam jumlah hampir sama, yakni 3.715,5 ETH, dengan harga jauh lebih rendah, yaitu USD 1.493,5 per ETH. Pembelian dilakukan sejak awal April 2025, saat harga ETH masih relatif murah.

Dengan demikian, strategi hold-and-sell (tahan lalu jual saat harga tinggi) yang dijalankan trader ini membuahkan hasil sangat signifikan. Dalam waktu relatif singkat, trader tersebut mampu mengubah aset digitalnya menjadi keuntungan miliaran rupiah.

Analis: Bukti Kejelian Membaca Pasar

Melansir Token Top News, Sabtu (12/5/2025), analis on-chain Yu Jin memberikan komentarnya mengenai aksi ini. Ia menyatakan bahwa @qwatio sempat memegang posisi dengan nilai total sekitar USD 5,5 juta, dan ketika harga menyentuh level tinggi di atas USD 2.500, mereka langsung merealisasikan keuntungannya.

Ini adalah bukti kemampuan tinggi dalam membaca arah pasar, dan mencerminkan pemahaman mendalam terhadap pola volatilitas harga kripto, khususnya ETH.

Langkah semacam ini biasanya dilakukan oleh trader yang memang telah lama berkecimpung di pasar kripto, dengan pendekatan berbasis data dan analisis teknikal yang kuat.

 

Dampak terhadap Harga dan Persepsi Pasar

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Tak hanya berdampak pada keuntungan pribadi, penjualan besar ini juga memicu respons pasar secara luas. Harga ETH yang sebelumnya sudah berada dalam tren naik mengalami fluktuasi tambahan setelah penjualan berlangsung. Hal ini memperlihatkan bahwa tindakan dari individu atau entitas besar bisa mengganggu stabilitas pasar kripto, yang memang dikenal sangat dipengaruhi oleh sentimen dan pergerakan besar.

Bagi sebagian pelaku pasar, aksi seperti ini menjadi pengingat bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama di dunia aset digital. Sementara bagi yang lain, hal ini bisa menjadi inspirasi untuk mengadopsi pendekatan serupa, dengan memanfaatkan tren dan momentum harga.

 

Dampak Lebih Luas dan Potensi Tindakan Regulator

Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Aksi trading oleh @qwatio juga membuka ruang diskusi soal penggunaan leverage (modal pinjaman) dan timing dalam perdagangan kripto. Dalam beberapa kasus, penggunaan leverage berlebihan bisa meningkatkan risiko sistemik di pasar yang masih muda dan belum sepenuhnya diatur ini. Jika semakin banyak trader mencoba meniru pola spekulatif seperti ini, bisa jadi volatilitas justru akan makin tinggi.

Melihat pola dan pengaruh yang ditimbulkan, ada kemungkinan regulator akan lebih memperhatikan aktivitas trader besar seperti @qwatio. Terlebih lagi, keberhasilan mereka dalam memilih waktu pasar (market timing) yang tepat memperkuat urgensi untuk meningkatkan transparansi dan pengawasan dalam aktivitas perdagangan kripto.

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya