Liputan6.com, Bandung - Cuaca di Indonesia pada bulan Mei 2025 menunjukkan ketidakstabilan karena masih dalam masa transisi menuju musim kemarau. Sementara itu, BMKG mencatat masih terdapat daerah yang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Adapun kondisi tersebut dipengaruhi oleh fase transisi musim yang menyebabkan cuaca berubah-ubah dan sulit diprediksi. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Advertisement
Selain itu, di Provinsi Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia turut merasakan dampak dari ketidakstabilan cuaca ini. Mengetahui prakiraan cuaca harian menjadi sangat penting terutama di daerah wisata seperti Bali.
Kemudian informasi cuaca membantu wisatawan dan pelaku industri pariwisata dalam merencanakan aktivitas, mengatur jadwal perjalanan, dan mempersiapkan perlengkapan yang sesuai.
BMKG sendiri menyediakan berbagai platform untuk mengakses informasi cuaca terkini seperti situs web resmi, aplikasi mobile InfoBMKG, dan media sosial resminya. Melalui platform ini, masyarakat dapat memperoleh update cuaca harian, peringatan dini, dan informasi lainnya.
Sementara itu, pada tanggal 13 Mei 2025 sebagian besar wilayah di Bali diprediksi mengalami hujan ringan. Kondisi ini tentu mempengaruhi aktivitas wisata terutama bagi wisatawan yang merencanakan kegiatan di luar ruangan.
Prakiraan Cuaca di Provinsi Bali Hari Ini
1. Jembrana
Hujan ringan
Suhu: 22-20°C
Kelembapan: 82-99%
2. Tabanan
Hujan ringan
Suhu: 21-28°C
Kelembapan: 88-98%
3. Badung
Hujan ringan
Suhu: 22-31°C
Kelembapan: 75-98%
4. Gianyar
Hujan ringan
Suhu: 22-30°C
Kelembapan: 86-96%
5. Klungkung
Hujan ringan
Suhu: 25-31°C
Kelembapan: 74-88%
6. Bangli
Hujan ringan
Suhu: 19-26°C
Kelembapan: 89-99%
7. Karangasem
Hujan ringan
Suhu: 20-26°C
Kelembapan: 81-98%
8. Buleleng
Hujan ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 85-94%
9. Kota Denpasar
Hujan ringan
Suhu: 25-31°C
Kelembapan: 73-92%
Sebagai informasi, data prakiraan cuaca harian dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari update terkini BMKG.