Top 3 News: Amnesty Internasional Kritik Polisi yang Tangkap Mahasiswi ITB Pembuat Meme Jokowi-Prabowo

Amnesty International Indonesia mengkritik Polri terkait penangkapan mahasiswi ITB yang diduga membuat meme Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI Prabowo Subianto. Itulah top 3 news hari ini.

oleh Devira PrastiwiAchmad SudarnoDelvira HutabaratLizsa EgehamDiperbarui 11 Mei 2025, 09:38 WIB
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid mengatakan peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 merupakan insiden pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang paling brutal di Indonesia. (Foto: Dokumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta - Amnesty International Indonesia mengkritik Polri terkait penangkapan mahasiswi ITB yang diduga membuat meme Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI Prabowo Subianto. Itulah top 3 news hari ini.

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai, penangkapan itu adalah bentuk kriminalisasi dan mengungkung kebebasan berekspresi masyarakat.

Usman mengingatkan, kebebasan berpendapat adalah hak yang dilindungi baik dalam hukum HAM internasional dan nasional, termasuk UUD 1945. Menurut Usman, polisi harus segera melepaskan mahasiswi tersebut. Ia menyebut negara tak boleh anti kritik dan melakukan pembungkaman.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia bukan kelinci percobaan dalam pengembangan vaksin Tuberkolosis (TBC) buatan Gates Foundation, milik Bill Gates. Menurut dia, narasi tersebut sengaja disebarluaskan agar masyarakat Indonesia tak mau divaksin TBC.

Menkes Budi Gunadi mengatakan, Indonesia berperan penting dalam upaya global menyelamatkan jutaan nyawa dari penyakit menular paling mematikan di dunia ini. Terlebih, angka kematian penyakit TBC di Indonesia pun sangat tinggi.

Budi pun membandingkan dengan Covid-19, dimana vaksin dapat menurunkan angka penyebaran dan kematian akibat virus tersebut. Pada tahap awalnya, banyak pula masyarakat yang enggan untuk disuntik vaksin Covid-19.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani angkat bicara terkait ratusan siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Arianti mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Pemkot Bogor untuk terus melakukan evaluasi.

Atas nama yayasan, lanjut Eko, pihaknya menyampaikan rasa prihatin dan menyesal atas kejadian tersebut. Pihak yayasan juga telah mengunjungi beberapa siswa yang mengalami keracunan.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Sabtu 10 Mei 2025:

1. Amnesty Internasional Kritik Polisi yang Tangkap Mahasiswi ITB Pembuat Meme Jokowi-Prabowo

Direktur Amnesty Internasional, Usman Hamid (kanan) saat menyampaikan keterangan bersama terkait 15 tahun terbunuhnya aktivis HAM Munir di Jakarta, Jumat (6/9/2019). Koalisi Keadilan untuk Munir mendesak pemerintah tegas dan serius menuntaskan kasus Munir. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Amnesty International Indonesia mengkritik Polri terkait penangkapan mahasiswi ITB yang diduga membuat meme Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI Prabowo Subianto.

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai, penangkapan itu adalah bentuk kriminalisasi dan mengungkung kebebasan berekspresi masyarakat.

"Kali ini dengan menggunakan argumen kesusilaan. Ekspresi damai seberapa pun ofensif, baik melalui seni, termasuk satire dan meme politik, bukanlah merupakan tindak pidana. Respons Polri ini jelas merupakan bentuk kriminalisasi kebebasan berekspresi di ruang digital," kata Usman dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 10 Mei 2025.

Usman mengingatkan, kebebasan berpendapat adalah hak yang dilindungi baik dalam hukum HAM internasional dan nasional, termasuk UUD 1945. 

 

Selengkapnya...

2. Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC Buatan Bill Gates

Potensi KIPI Vaksin TBC M72, Menkes Budi: Tidak Ada Efek Samping Berbahaya, Jakarta (9/5/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia bukan kelinci percobaan dalam pengembangan vaksin Tuberkolosis (TBC) buatan Gates Foundation, milik Bill Gates. Menurut dia, narasi tersebut sengaja disebarluaskan agar masyarakat Indonesia tak mau divaksin TBC.

"Ini supaya mengedukasi masyarakat juga, bahwa ini bukan seperti kelinci percobaan. Itu adalah pengaruh yang sengaja disebarluaskan agar orang tidak mau divaksin," kata Budi dikutip dari siaran pers, Sabtu, 10 Mei 2025.

Menurut dia, Indonesia berperan penting dalam upaya global menyelamatkan jutaan nyawa dari penyakit menular paling mematikan di dunia ini. Terlebih, angka kematian penyakit TBC di Indonesia pun sangat tinggi.

"Padahal, akibatnya bisa sangat fatal — nanti bisa meninggal 100 ribu orang karena perkara seperti ini," ujarnya.

 

Selengkapnya...

3. Sample MBG yang Bikin 171 Siswa di Bogor Keracunan Sedang Diperiksa di Labkesda

Komisi IV DPRD Kota Bogor saat sidak dapur SPPG Bosowa Bina Insani.(Achmad Sudarno).

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani angkat bicara terkait ratusan siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Arianti mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Pemkot Bogor untuk terus melakukan evaluasi.

"Kami sudah menyerahkan sampel makanan yang kami distribusikan pada hari itu. Saat ini sedang diperiksa di Labkesda Kota Bogor dan menunggu hasilnya," ujar Eko, pada Jumat 9 Mei 2025.

Atas nama yayasan, lanjut Eko, pihaknya menyampaikan rasa prihatin dan menyesal atas kejadian tersebut. Pihak yayasan juga telah mengunjungi beberapa siswa yang mengalami keracunan.

"Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kami terhadap pelaksanaan program ini," jelasnya.

 

Selengkapnya...

Infografis Uji Coba dan Daerah Prioritas Program Makan Bergizi Gratis. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya