Jangkau Komunitas Kripto, Restoran Cepat Saji di AS Adopsi Pembayaran Pakai Bitcoin

Penerimaan Bitcoin merupakan perkembangan signifikan dalam adopsi kripto arus utama, karena beberapa rantai restoran telah beralih dari program percontohan terbatas ke pembayaran skala penuh.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 11 Mei 2025, 06:00 WIB
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah restoran cepat saji di Amerika Serikat, memperluas cakupan pelanggannya pada pegiat kripto dengan membuka fasilitas pembayaran menggunakan Bitcoin (BTC).

Mengutip Cointelegraph, Minggu (11/5/2025) Steak ‘n Shake mengumumkan dalam postingan di akun media sosial X bahwa pembayaran melalui Bitcoin akan mulai berlaku di gerainya mulai 16 Mei mendatang.

Restoran itu menyebut, pihaknya menyiapkan Bitcoin lebih dari 100 juta pelanggan,.

"Pergerakan ini baru saja dimulai,” terangnya

Rantai makanan cepat saji tersebut awalnya mengisyaratkan akan menerima Bitcoin pada bulan Maret ketika memposting "Haruskah Steak ‘n Shake menerima Bitcoin?" di media sosial.

Postingan tersebut kemudian menarik perhatian komunitas kripto dan pendukung Bitcoin seperti Jack Dorsey, yang dengan cepat membalas dengan "ya."

Perusahaan tersebut telah membangun momentum sejak saat itu dengan pemasaran bertema Bitcoin, promosi Tesla, dan petunjuk visual pada umpan media sosialnya.

Penerimaan Bitcoin merupakan perkembangan signifikan dalam adopsi kripto arus utama, karena beberapa rantai restoran telah beralih dari program percontohan terbatas ke pembayaran skala penuh.

Stake ‘n Shake akan bergabung dengan sejumlah jaringan makanan cepat saji yang menerima pembayaran kripto.

Sejak 2022, rantai makanan cepat saji Chipotle telah menerima hampir 100 mata uang kripto berbeda melalui Flexa, termasuk Bitcoin, Ether, dan Solana.

Salah satu restoran cepat saji pengadopsi awal pembayaran kripto di AS adalah Subway, yang telah menguji coba pembayaran Bitcoin sejak 2013 di sejumlah waralaba tertentu.

Adapun KFC yang menawarkan promosi “Bitcoin Bucket” di Kanada pada tahun 2018, yang memungkinkan pembelian dengan BTC, sementara McDonald's menerima Bitcoin di Lugano, Swiss, sebagai bagian dari inisiatif kripto lokal.

Pizza Hut menjadi salah satu gerai utama pertama yang menerima BTC di El Salvador, yang menjadikannya sebagai alat pembayaran resmi pada tahun 2021.

Transaksi Bitcoin pertama kali dilakukan untuk membeli makanan cepat saji oleh Laszlo Hanyecz pada 22 Mei 2010, yang kemudian menjadi Hari Pizza Bitcoin yang terkenal.

 

Perusahaan Global Diramal Suntik Rp5,4 Kuadriliun ke Bitcoin di 2029

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Proyeksi baru oleh firma riset dan pialang Bernstein menunjukkan bahwa korporasi global dapat secara kolektif mengalokasikan sebanyak USD 330 miliar (Rp5,4 kuadriliun) ke Bitcoin pada tahun 2029.

Mengutip Cryptonews, Kamis (8/5/2025) Matthew Sigel, Kepala Riset Aset Digital di VanEck mengungkapkan bahwa lonjakan ini terutama akan didorong oleh perusahaan publik yang meniru strategi perbendaharaan Bitcoin MicroStrategy.

Bernstein memperkirakan bahwa perusahaan yang terdaftar akan menyuntikkan USD 205 miliar (Rp3,3 kuadriliun) dari modal potensial selama lima tahun ke depan, dari tahun kalender 2025 hingga 2029.

 

Skenario Menguntungkan

Dalam skenario yang menguntungkan, Bernstein memperkirakan tambahan USD 124 miliar dalam arus masuk dapat berasal dari Strategy sendiri, terutama setelah pengumuman perusahaan baru-baru ini bahwa mereka telah menggandakan rencana penggalangan modalnya dari USD 42 miliar menjadi USDN84 miliar hingga 2027, yang 32% di antaranya telah diselesaikan.

Motivasi untuk diversifikasi perbendaharaan yang agresif tersebut menunjukkan, banyak perusahaan dengan cadangan kas yang besar dan sedikit opsi investasi ulang yang layak melihat Bitcoin sebagai lindung nilai dan jalur menuju penciptaan nilai.

“Tidak ada jalan yang terlihat di depan bagi mereka untuk penciptaan nilai,” ungkap analis Bernstein.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya