Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog menggandeng organisasi Indisi untuk menyalurkan bantuan pangan berupa 2 ton beras kepada siswa-siswi penyandang disabilitas di SLB 1 Jakarta dan SLBA Pembina Tingkat Nasional. Bantuan disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bulog Aksi Berbagi.
Kegiatan digelar di Auditorium Direktorat PKPLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus), Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, termasuk Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Prof Sudarsono Hadjoesoekarto, Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Rifanzi, Kepala SLB 1 Jakarta Dedeh, dan Ketua Umum Indisi, Enita Adyalaksmita.
Advertisement
"Ini merupakan rangkaian peringatan HUT Bulog ke-58 yang jatuh pada 10 Mei 2025. Kami ingin menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya siswa-siswi penyandang disabilitas, melalui aksi nyata berbagi komoditas pangan," ujar Prof. Sudarsono dalam sambutannya.
Program ini ditandai dengan pembagian simbolis beras kepada lima siswa perwakilan, sebelum kemudian dilanjutkan dengan distribusi langsung sebanyak 2.000 kilogram beras premium—masing-masing siswa menerima 5 kilogram.
Ketua Umum Indisi, Enita Adyalaksmita, menyebut program ini sebagai bentuk komitmen nyata Bulog terhadap isu disabilitas. “Ini adalah bagian dari kontribusi sosial Bulog yang menyentuh langsung kelompok rentan di dunia pendidikan,” ujarnya.
Kepala SLB 1 Jakarta, Dedeh, menyambut baik bantuan yang diberikan dan mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama sekolah menerima bantuan pangan dari BUMN. "Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Selama ini belum pernah ada dukungan pangan dari BUMN manapun," ucapnya.
Jalankan Amanat Presiden
Sementara itu, Rifanzi, Asisten Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, mengapresiasi program tersebut dan berharap kegiatan serupa bisa diterapkan di daerah lain. Ia juga memuji kinerja Bulog dalam penyerapan gabah petani.
"BULOG telah menjalankan amanat Presiden untuk menyerap gabah petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.
Melalui program TJSL ini, Bulog tidak hanya memperkuat perannya dalam ketahanan pangan nasional, tetapi juga memperluas dampak sosial kepada komunitas yang membutuhkan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.