Liputan6.com, Garut - Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat, segera merevitalisasi pasar induk Guntur Ciawitali Garut, untuk meningkatkan daya beli masyarakat dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Menurut BPS salah satu pendongkrak ekonomi itu adalah belanja rumah tangga, pasar,” ujar Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, saat sidak di Pasar Induk Guntur Ciawitali Garut, Kamis (8/5/2025).
Advertisement
Menurutnya, rencana revitalisasi pasar induk sudah menjadi agenda Pemda Garut yang akan dilakukan secara bertahap, dengan langkah awal penertiban pedagang kaki lima (PKL) sekitar pasar.
“Paling tidak pedagang-pedagang yang ada di luar Jalan Merdeka ini akan dinstruksikan supaya menghentikan operasinya sebelum jam sekian,” ujar dia.
Selama ini kehadiran PKL di sepanjang jalan Merdeka dan Guntur Melati cukup mengganggu pemilik kios yang berada di dalam pasar, sehingga peredaran pembeli tidak merata.
“Jadi kita memaksa mereka untuk masuk ke dalam kalau nggak nanti dengan harapan bahwa pasar akan semakin ramai,” kata dia mengingatkan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menyatakan, sesuai dengan arahan bupati, rencana revitalisasi pasar bakal dikerjakan awal Juli mendatang.
"Direncanakan 15 Mei sudah tahapan sosialisasi kepada seluruh pemilik kios dan PKL," ujar dia.
Dalam surat edaran yang disiapkan untuk agenda sosialisasi itu, Bupati mengintruksikan upaya penertiban mandiri yang dilakukan para pedagang.
"Jadi ada tiga hari penertiban mandiri, kemudian setelah itu akan dilakukan peringatan tegas," ujar dia.
Kemudian, meminta adanya pembatasan jam operasional berdagang hingga pukul 05.30 WIB terutama bagi para PKL di sepanjang jalur jalan Merdeka dan Guntur Melati.
"Karena kan itu jalan kabupaten yang operasionalnya cukup tinggi, ada aktivitas perkantoran, anak sekolah dan pekerja," kata dia.
Rencananya, tahap awal revitalisasi pasar induk Guntur Ciawitali Garut, bakal difokuskan kepada perbaikan jalan jalan dan jalan penghubung antar blok, serta perbaikan drainase antar kios di seluruh pasar.
"Jadi yang di dalam pasar itu akan kita mapping dirapihkan," kata dia.
Kemudian, pembongkaran kios semi permanen yang berdiri di sepanjang jalur jalan Merdeka dan Guntur Melati yang sudah mengganggu pengguna jalan. "Ada sekitar 9 kios yang berdiri semi permanen di atas trotoar," ujar dia.
Untuk melakukan revitalisasi pasar, Pemda Garut telah menganggarkan sekitar Rp 1,68 miliar untuk perbaikan. Rinciannya sebesar Rp 900 untuk drainase dan sekitar Rp 780 juta untuk perbaikan jalan wilayah pasar. "Itu akan kami laksanakan dalam satu kali anggaran tahun ini," kata dia
Ketua Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Guntur Ciawitali, Suhartono, mendukung rencana revitalisasi pasar yang akan dilakukan Pemda Garut. “Kami sampaikan terima kasih atas adanya rencana upaya penataan di Pasar Guntur,” ujar dia.