Saham Small Caps Ini Naik Tersengat Tren CPO, Bagaimana Rekomendasinya?

Tren positif di saham-saham CPO lainnya membuat AYLS menjadi alternatif yang dimanfaatkan investor untuk transaksi jangka sangat pendek

oleh Pipit Ika RamadhaniDiperbarui 08 Mei 2025, 05:59 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) tampak naik signifikan belakangan ini. Pergerakan tersebut dinilai berkaitan dengan sentimen positif dari tren kenaikan harga komoditas minyak kelapa sawit (CPO). Founder WH Project, William Hartarto, menilai saham AYLS saat ini lebih banyak dilirik sebagai opsi alternatif oleh investor dengan orientasi jangka pendek.

“Untuk saham AYLS saat ini hanya menjadi pilihan alternatif. Hanya alternatif, di mana masa transaksi investor hanya sementara alias trading harian saja,” ucap William melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (8/5/2025).

Ia juga menambahkan bahwa tren penguatan saham AYLS belum mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Berdasarkan laporan keuangan terakhir, AYLS masih membukukan kerugian yang cukup dalam. Meski begitu, William tetap merekomendasikan strategi buy on weakness dengan kisaran harga antara 106 hingga 120.

“Kalau dari sisi faktor kinerja keuangan tidak pengaruh ke penguatan saham AYLS, justru secara year on year (YoY) kerugiannya makin dalam,” imbuh William.

William juga mencatat bahwa tren positif di saham-saham CPO lainnya membuat AYLS menjadi alternatif yang dimanfaatkan investor untuk transaksi jangka sangat pendek, terutama sejak pergerakan harganya menunjukkan tren penguatan mulai April lalu.

 

Fase Uptrend

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya, melihat dari sisi teknikal bahwa saham AYLS tengah berada dalam fase kenaikan (uptrend), yang didukung oleh peningkatan volume pembelian.

“Secara timeframe mingguan, penguatannya telah menembus MA20 dan dari sisi indikator lain, di mana MACD sudah mulai menyempit di area negatif dan berpeluang membentuk adanya goldencross. Dari Stochastic pun masih menunjukkan adanya potensi penguatan ke area overbought,” kata Herditya.

 

Prospek Saham AYLS

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia memperkirakan level support saham AYLS berada di 78, dengan resistance di 96, serta target harga terdekat di kisaran 102 hingga 116.

Pada perdagangan hari ini, saham AYLS naik 31,43 persen ke posisi 92. Dalam sepekan, AYLS naik 24,32 persen. Namun sejak awal tahun atau secara year to date, saham AYLS turun 36,11 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya