Liputan6.com, Islamabad - Rudal-rudal India menghantam setidaknya dua lokasi di Kashmir yang dikuasai Pakistan dan lima lokasi lainnya di Provinsi Punjab. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif.
"Kami bisa mengonfirmasi bahwa setidaknya tujuh wilayah sipil telah menjadi target rudal India yang ditembakkan dari wilayah udara India. Kami sedang dalam proses membalas serangan ini," kata Asif seperti dikutip The Guardian.
Advertisement
Pemerintah India menyatakan bahwa sembilan target dihantam dalam serangan ini. Mereka menggarisbawahi ini sebagai respons atas serangan pada 22 April di Kashmir yang dikuasai India, yang menewaskan 26 orang.
"Beberapa saat yang lalu, angkatan bersenjata India meluncurkan 'OPERASI SINDOOR', menghantam infrastruktur teroris di Pakistan dan Jammu & Kashmir yang diduduki Pakistan, dari mana serangan teroris terhadap India telah direncanakan dan diarahkan.
"Tindakan kami bersifat fokus, terukur, dan tidak bertujuan untuk meningkatkan eskalasi. Tidak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi sasaran. India telah menunjukkan pengendalian diri yang besar dalam pemilihan target dan cara pelaksanaannya," bunyi pernyataan otoritas India.
Namun, Asif membantah pernyataan India soal target dengan mengatakan, "Saya mengundang media internasional dan nasional untuk melihat lokasi-lokasi ini, apakah memang ada teroris di sana. Semua lokasi yang diserang adalah wilayah sipil."
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan, "Pakistan memiliki hak penuh untuk merespons dengan keras terhadap tindakan perang yang dilakukan India ini dan respons yang tegas sedang diberikan."
Dia menyatakan bahwa seluruh bangsa mendukung angkatan bersenjata Pakistan tentang bagaimana menghadapi musuh.
"Kami tidak akan pernah membiarkan musuh berhasil dengan niat jahatnya," sebut Sharif.
Juru bicara militer Pakistan turut mengonfirmasi kepada stasiun televisi ARY bahwa pihaknya akan merespons.
"Kami akan membalas pada waktu yang kami tentukan," kata juru bicara militer Pakistan Letjen Ahmed Sharif Chaudhry, menandai serangan India sebagai 'provokasi keji'.
Mengutip AP, Letjen Sharif menyebutkan delapan orang tewas dan 38 lainnya terluka akibat serangan rudal India. Lima warga sipil, sebut Letjen Sharif, tewas di Ahmedpur Timur di Provinsi Punjab dan tiga orang di lokasi lain.