Tips Menjaga Kesehatan bagi Jemaah Haji 2025, dari Istirahat yang Cukup hingga Minum Oralit

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Liliek Marhaendro Susilo membagikan sejumlah tips menjaga kesehatan bagi para jemaah calon haji.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 07 Mei 2025, 06:40 WIB
Jemaah haji Indonesia kloter 2 Embarkasi Solo (SOC-02) bersiap meninggalkan hotel di Makkah menuju Bandara AMAA Madinah untuk dipulangkan ke Tanah Air. (Foto: Humas Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki musim haji 2025, jemaah biasanya terseret euforia, terutama mereka yang sudah menunggu puluhan tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Tidak jarang energi terkuras karena merasa sayang sudah di sana lalu memaksakan diri. Akibatnya, kondisi kesehatan menurun dan tidak bisa maksimal menjalani puncak haji.

Untuk itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Liliek Marhaendro Susilo membagikan sejumlah tips menjaga kesehatan bagi para jemaah calon haji. Pertama adalah istirahat yang cukup. Jemaah haji yang baru tiba di Arab Saudi diminta sebelum beraktivitas ke luar hotel, agar beristirahat dulu.

"Mengingat kondisi mereka adalah pasti dalam kondisi yang kelelahan setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 10 jam. Kemudian juga segala urusan yang berkaitan dengan bandara. Karena itu, pulihkan dulu staminanya, setelah itu baru nanti mereka beraktivitas di luar hotel," kata Liliek ditemui di sela Orientasi dan Pembekalan PPIH Arab Saudi Terintegrasi di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, dikutip Rabu (7/5/2025)

Tips berikutnya adalah meminum obat secara rutin, terutama mereka yang sudah punya riwayat penyakit tertentu. Tujuannya adalah untuk mengendalikan kondisi penyakitnya agar tetap terkendali.

Tips ketiga, jemaah diminta selalu menggunakan alat pelindung diri setiap kali keluar hotel, terutama di siang hari. Masker diminta dikenakan untuk mencegah diri tertular penyakit dari orang lain, khusus batuk pilek yang umum diidap jemaah. Kacamata hitam juga selalu digunakan untuk melindungi mata dari sinar matahari yang menyilaukan.

Tips keempat, jemaah haji juga diminta untuk selalu membawa semprotan air untuk melembabkan kulit dan wajah apabila sudah terasa kering. Tips kelima, Liliek juga meminta jemaah haji rutin meminum oralit yang diselipkan pemerintah ke tas-tas jemaah.

"Jangan lupa, setelah aktivitas di luar, sampai di hotel ambil oralitnya, dicampur di air putih dalam kemasan botol 300 ml, dikocok-kocok, diminum. Upaya ini untuk menjaga supaya tidak sampai terjadi kekurangan cairan," ia menerangkan.

 

Rutin Minum Air Putih Biasa

Di sana mereka didata dan penyelesaian administrasi lain termasuk pemeriksaan paspor, visa, kontrol kesehatan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liliek juga mengingatkan agar jemaah calon haji selalu membawa minum ke mana pun. "Setiap 10 menit, 15 menit, satu teguk aja ya, jadi enggak usah langsung banyak," kata Liliek.

Ia juga meminta jemaah haji tidak tergoda untuk mengonsumsi air zamzam yang dingin yang tersedia banyak di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Jemaah diminta untuk meminum air yang suhu biasa supaya tidak terjadi peradangan di tenggorokan.

"Upaya kita untuk menjaga supaya tidak batuk pilek, yang paling banyak (penyakit) kan itu. Jadi, batuk pilek ini kita bisa cegah dengan tidak minum air dingin. Kalau bisa minum air hangat, bagus," sambungnya.

Jemaah haji juga diimbau untuk selalu membawa bekal makanan saat pergi ke mana pun, khususnya saat hendak lama-lama beribadah di Masjidil Haram. Bekal itu untuk mencegah mereka kelaparan sekaligus menjaga stamina. "Kalau yang tahu jajan, dia bisa jajan, tapi kalau yang tidak tahu jajan, nahan-nahan lapar," kata Liliek.

 

Telat Makan hingga Lupa Bawa Kantung untuk Simpan Sandal

Jemaah calon haji saat pemeriksaan WUS (Wanita Usia Subur) tim kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya. (Foto: Kemenag Jatim)

Karena menahan lapar, jemaah akhirnya telat makan. Liliek menjelaskan, biasanya tiba hotel langsung mengonsumsi makanan yang dibagikan di jam makan lalu, bukan yg terbaru. "Bisa jadi kualitasnya sudah kurang bagus. Nah, itu juga bisa memicu penyakit lain," sahutnya.

Tips terakhir soal menjaga kesehatan adalah selalu membawa wadah atau kantung untuk menyimpan sandal. Banyak kasus jemaah haji kehilangan sandalnya karena diletakkan di luar masjid. Mereka akhirnya terpaksa pulang ke hotel dengan nyeker.

"Sementara panas, kalau nanti pulang ke hotel, kakinya bisa melepuh dan ini masih banyak kita temui tahun lalu. Masuk ke masjid sana masalahnya enggak gampang keluar untuk masuk lagi," kata Liliek.

Infografis Cara Dapatkan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Jemaah Haji Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya