Drama Maju Mundur Hasan Nasbi di Kursi PCO

Hasan Nasbi batal mundur dari kursi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), setelah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada 21 April 2025 lalu, buntut pernyataan kontroversialnya dalam menyikapi teror kepala babi di Kantor Tempo.

oleh Nafiysul QodarNanda Perdana PutraDelvira HutabaratLizsa EgehamDiperbarui 07 Mei 2025, 08:41 WIB
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kemunculan Hasan Nasbi pada sidang Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 5 Mei 2025 menyita perhatian publik sekaligus menimbulkan tanda tanya. Sebab, Hasan Nasbi pada 21 April 2025 lalu telah melayangkan surat pengunduran diri dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO).

Gunjang ganjing isu mundurnya Hasan Nasbi dari pucuk pimpinan PCO bergulir pasca-pernyataan blundernya dalam menyikapi teror kepala babi terhadap jurnalis Tempo. Ini menjadi puncak akumulasi dari sederet kontroversial Hasan Nasbi. Apalagi Prabowo dalam berbagai kesempatan mengingatkan agar jajarannya di kabinet memperbaiki komunikasi publik.

Rumor mundurnya Kepala PCO kian kuat seiring mencuatnya isu bakal ada reshuffle kabinet pasca-lebaran Idul Fitri 2025. Namun Hasan Nasbi kala itu menampiknya, dan menyatakan bahwa ia masih menjadi Kepala PCO.

"Saya masih ngantor seperti biasa," kata Hasan kepada wartawan, Rabu 16 April 2025.

Namun dua pekan berselang, Hasan Nasbi akhirnya mengumumkan ke publik bahwa dia telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Surat pengunduran diri bahkan telah dikirim sepekan sebelumnya kepada Presiden Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskan) Teddy Indra Wijaya.

"Pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba. Surat pengunduran diri saya tanda tangani dan saya kirimkan kepada Presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet," kata Hasan melalui Instagram @totalpolitikcom, Selasa (29/4/2025).

Hasan menyampaikan keputusan ini bukan tiba-tiba dan emosional. Menurut dia, keputusan ini merupakan jalan terbaik untuk kebaikan komunikasi pemerintah di masa mendatang.

"Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton. Memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan," ujarnya.

Hasan mengatakan, keputusannya untuk mundur bukan hal yang tiba-tiba muncul. Jgga bukan keputusan yang lahir tanpa pemikiran yang matang.

Menurutnya apa yang sudah ia putuskan merupakan hal terbaik untuk dirinya, juga untuk pemerinta di masa mendatang.

"Ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang," sambung Hasan.

Respons Gerindra, Golkar, hingga Prabowo

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan menghormati keputusan Hasan Nasbi mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). 

"Saya nggak tahu pertimbangannya apa, tapi yang jelas kita menghormati keputusan apa pun yang dibuat mas Hasan," kata Dahnil di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). 

Mantan Juru Bicara Prabowo Subianto memperkirakan, untuk pengganti Hasan, Prabowo akan mencari sosok yang sesuai kebutuhan dan bisa berkomunikasi dengan baik.

Meski demikian, Dahnil mengaku belum mendengar apakah akan ada perombakan kabinet paska mundurnya Hasan Nasbi. 

"Kemarin ketika kami dipanggil semua anggota kabinet harus menyampaikan komunikasi yang baik kepada publik jangan sampai ada komunikasi yang multitafsir jadi sense of sentisivitasnya kurang. Jadi harus simpati dan empati. Itu yang kira kira disampaikan oleh presiden," kata dia. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga menyatakan menghormati keputusan Hasan Nasbi mundur sebagai Kepala PCO. Doli menduga, keputusan tersebut diambil untuk memperbaiki pola komunikasi politik dan publik pemerintah. Menurut Doli, juru bicara memang seharusnya orang yang sehari-hari selalu di dekat Presiden.

"Harusnya yang menjadi juru bicara itu memang adalah orang yang memang day to day, hour to hour, minute to minute, second to second, itu berada di sekitar Pak Prabowo," kata Doli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Doli juga menyarankan ke depan Mensesneg Prasetyo Hadi lah yang menjadi jembatan antara presiden dan PCO. "Jadi dengan adanya Mensesneg, itu bisa lebih mendekatkan teman-teman PCO dengan apa yang tiap hari dipikirkan dan apa yang mau disampaikan oleh Pak Prabowo," kata dia. 

Hal serupa juga disampaikan Sekjen Partai Golkar Sarmuji. Dia menghargai keputusan Hasan Nasbi dan mendoakan agar sukses berkarir di tempat lain.

Lebih lanjut, Sarmuji menyarankan, agar pengganti Hasan di posisi Kepala PCO adalah sosok yang dekat dengan presiden dan yang bisa membaca alam pikiran Presiden Prabowo Subianto.

"Kepala PCO mesti yang bisa membaca alam pikir Presiden, bahkan gestur Presiden pun harus paham. Untuk itu memang harus dekat dengan presiden atau terlibat kegiatan-kegiatan presiden," kata Sarmuji. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa dirinya sudah melaporkan permohonan pengunduran diri Hasan Nasbi sebagai Kepala PCO kepada Presiden Prabowo Subianto. Kata dia, saat ini Prabowo masih mempelajari surat pengunduran diri tersebut.

“Bapak Presiden Prabowo sudah kami laporkan mengenai adanya rencana pengunduran diri dari Kepala PCO bapak Hasan Nasbi, tapi beliau menyampaikan bahwa 'saya akan mempelajari terlebih dahulu',” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Prasetyo menyebutkan bahwa makna mempelajari bisa banyak hal, termasuk apakah Prabowo akan menolak pengunduran diri tersebut.

“Ya bisa jadi maknanya kan bisa jadi beliau, mohon maaf misalnya, bisa jadi kan, tidak berkenan pak Hasan Nasbi mundur, kita tunggu keputusan dari bapak Presiden,” ungkapnya.

Prestyo mengaku belum mengetahui berapa lama kiranya Prabowo akan mempelajari surat tersebut. “Ya sudah ambil keputusan, baru (diberi tahu),” pungkasnya.

Kemunculan Hasan Nasbi dan Pembelaan Prabowo

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menghadiri sidang kabinet di Istana Negara Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Jawaban Prabowo atas surat pengunduran diri Hasan Nasbi akhirnya terjawab lewat sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin kemarin. Hasan Nasbi, di tengah teka-teki siapa yang akan menggantikannya sebagai Kepala PCO pasca-pengunduran dirinya, tiba-tiba ikut hadir dalam sidang kabinet.

Prabowo yang memimpin sidang kabinet sempat mengulas seraya membela pejabat barunya yang keseleo lidah.

“Kita telah buktikan, 6 bulan pertama kita buktikan kerja sama kita baik, team work kita baik. Di sana sini ada keseleo wajar, ada khilaf wajar. Karena kita, ada menteri-menteri yang sudah senior, sudah lama pengalaman, ada yang baru. Iya kan? Baru menjabat,” tutur Prabowo dalam sidang kabinet paripurna, Senin (5/5/2025).

Prabowo sendiri mengaku sempat salah arah di Istana Negara saat baru menjabat sebagai Presiden RI. Kesalahan bagi yang baru memulai baginya adalah hal yang lumrah terjadi.

“Saya saja baru menjabat beberapa hari presiden, salah jalan di Istana Merdeka. Benar. Cari WC, di mana WC, wajar. Jadi kita, sudah lah,” jelas dia.

Orang nomor satu di Indonesia itu pun mengulas kesalahan yang dilakukan Hasan Nasbi sebagai juru bicaranya. Diketahui, responsnya sebagai Kepala PCO atas teror kiriman kepala babi ke Kantor Media Tempo sempat menjadi sorotan publik.

“Ada ada mungkin juru bicara saya, keseleo. Yang namanya manusia, dia juga baru menjabat, benar enggak? Iya kan? Kalau yang senior, salah bicara, salah. Airlangga, salah bicara, enggak bisa. Ini yang baru-baru ini, boleh enggak? Natalius Pigai. Semua maklum lah. Pak Natalius Pigai itu sekarang pakai sepatu, pakai kaos kaki? Ini nanti dicek loh, anggota kabinet yang enggak pakai kaos kaki ini,” kata Prabowo disusul guyonnya.

Hasan Nasbi pun mengkonfirmasi bahwa dirinya kembali diminta menjabat sebagai Kepala PCO. Kepastian itu disampaikannya usai menghadiri rapat kabinet yang digelar pada Senin, 5 Mei 2025.

"Kemarin saya diundang rapat kabinet. Sejauh ini saya diperintahkan untuk tetap lanjut memimpin PCO," ujar Hasan saat dikonfirmasi, Selasa (6/5/2025).

Hasan juga mengungkapkan bahwa dirinya telah kembali aktif berkantor di PCO sejak Selasa pagi. "Per hari ini saya kembali berkantor di PCO," imbuhnya singkat.

Saat ditanya mengenai kelanjutan surat pengunduran dirinya Hasan meminta agar pertanyaan tersebut langsung ditujukan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Soal ini mungkin lebih baik Mensesneg yang jawab," ucap Hasan singkat.

Alasan Hasan Nasbi Batal Mundur

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Hasan Nasbi menjelaskan alasan dirinya batal mundur dan kembali menerima penugasan sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Hasan mengatakan, dirinya loyal dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya kan loyal sama Presiden. Jadi tahu diri itu bukan sesuatu yang bertentangan dengan loyalitas kan," kata Hasan kepada wartawan, Selasa (6/5/2025).

Untuk itu, dia kembali memimpin PCO sebagaimana perintah Presiden Prabowo. Pasalnya, dia merupakan anggota kabinet Merah Putih sehingga harus patuh dengan arahan atau perintah Prabowo.

"Tapi begitu diperintahkan untuk melanjutkan ya sudah kita sebagai bawahan beliau, sebagai anak bawahan beliau ya patuh untuk melanjutkannya," ujarnya.

Hasan menyampaikan dirinya sudah bertemu langsung dengan Prabowo usai mengumumkan pengunduran diri sebagai PCO. Saat pertemuan itu, Prabowo meminta Hasan untuk tetap memimpin Kantor Komunikasi Kepresidenan.

"Yang jelas kemarin saya dapat undangan dari Bapak Seskab untuk mengikuti rapat kabinet. Dan memang minggu lalu saya ada pertemuan, saya ada bertemu dengan Presiden, kemudian saya ada bertemu dengan Pak Mensesneg, bertemu juga dengan Bapak Seskab," tutur dia.

"Dan pada momen itu saya diperintahkan untuk meneruskan tugas memimpin Kantor PCO. Jadi kira-kira begitu keadaannya," sambung Hasan.

Hasan Nasbi pun mengungkapkan pesan dari Prabowo setelah batal mundur dari jabatannya sebagai Kepala PCO. Hasan mengatakan, Prabowo meminta dirinya untuk memperbaiki hal-hal yang kurang di masa lalu.

"Yang jelas pesan Presiden, hal-hal yang perlu diperbaiki, segera diperbaiki. Hal-hal yang belum baik di masa lalu kemudian akan diperbaiki dan harus diperbaiki. Jadi perintah Presiden itu lebih umum," kata Hasan Nasbi.

"Yang jelas ke depan tentu akan lebih baik lagi. Enggak usah dijabarkanlah. InsyaAllah ke depannya akan jauh lebih baik lagi," sambungnya.

Tak Ada Masalah, Apalagi Ngambek

Lebih lanjut, dia memastikan, tugasnya sebagai Kepala PCO tak tumpang tindih dengan tugas Juru Bicara (Jubir) Presiden yang diemban Mensesneg Prasetyo Hadi. Hasan menyebut Mensesneg selaku pejabat paling tinggu di Istana berhak berbicara apapun terkait pemerintahan.

"Jadi sebenarnya Menteri Sekretaris Negara bisa bicara apapun karena dia pejabat yang paling senior di Istana. Kalau kita kan memang harus diberikan label komunikasi, baru bisa bicara. Dan di kantor ini kan enggak semua orang bisa bicara," ujarnya.

Hasan menuturkan, lembaganya menjalankan tugas sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2024 tentang Kantor Komunikasi Kepresidenan. Salah satunya, mengkomunikasikan informasi-informasi yang strategis, yang terkait dengan Asta Cita, program hasil terbaik cepat, dan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.

"Jadi sebenarnya kalau Mensesneg mau lebih aktif bicara itu sama sekali tidak tumpang tindih dengan, karena pasti sama apa yang disampaikan oleh Mensesneg itu juga bagian dari hal-hal yang harus juga kita sampaikan," tutur Hasan.   

Hasan Nasbi juga membantah ada permasalahan pribadi dengan pihak Istana yang membuat dirinya sempat mengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala PCO. Hasan mengatakan, alasannya mundur kala itu karena ada suatu masalah yang tak bisa diatasinya.

Namun, hal tersebut bukan berarti ekspresi kemarahan ataupun konflik pribadi. Hasan Nasbi menuturkan, hubungannya dengan pihak Istana baik-baik saja.

"Hubungan tidak ada masalah, jadi menurut saya gini teman-teman, kemarin itu ada hal-hal yang mungkin memang tidak bisa saya atasi sama sekali. Dan ini bukan kemarahan, bukan ngambek, bukan hard feeling itu enggak," kata Hasan.

Dia tak menjelaskan apa masalah yang tak bisa diatasinya tersebut. Namun, kata Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya akan membantu menyelesaikannya.

"Jadi kita kan memang harus tahu aja batas kita sampai di mana untuk melakukan ini. Tapi dari Bapak Mensesneg dan Bapak Seskab kemudian menyatakan bahwa hal-hal yang kemarin kemudian tidak bisa diatasi, beliau berdua akan bantu mengatasinya," tuturnya.

"Yang jelas ke depan tentu akan lebih baik lagi. Enggak usah dijabarkanlah. InsyaAllah ke depannya akan jauh lebih baik lagi," sambung Kepala PCO tersebut.

 

Infografis Prabowo Akan Ajak Sebagian Menteri Jokowi di Kabinetnya. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya