Liputan6.com, Malang- Video peristiwa kericuhan di pintu masuk Bromo via Cemorolawang, Probolinggo, ramai di media sosial. Kejadian itu melibatkan para pelaku jasa wisata dengan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
Kericuhan di pintu masuk wisata Bromo itu terjadi pada Minggu, 4 Mei 2025 pagi dipicu antrean panjang pengunjung. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pengemudi jip mengerumuni sambil menunjuk-nunjuk seorang petugas BB TNBTS.
Advertisement
Dalam potongan video lainnya, terekam mereka beramai-ramai masuk ke kantor seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I menyebabkan kerusakan beberapa fasilitas. Mereka tampak kecewa karena tak banyak petugas saat terjadi antrean panjang.
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan resminya menyebut ketika itu ada 4 orang petugas piket dan seorang petugas tambahan di pintu pemeriksaan. Sejak pukul 01.00-03.00 pelayanan terhadap pengunjung berjalan lancar.
“Setelah itu mulai ada lonjakan pengunjung, petugas menambah alat pemeriksaan tiket dan memeriksa dengan cara datang ke tiap kendaraan untuk mempercepat proses,” katanya, Selasa, 6 Mei 2024.
Dia menambahkan, sekitar pukul 06.30 WIB ada 144 jip wisatawan terdiri dari rombongan Zalfa Tour, BR Tour, dan sebuah agen lain tiba di pintu pemeriksaan. Petugas menyebut dari jumlah itu, 92 jip diketahui belum punya tiket atau belum pesan tiket secara online.
Petugas meminta pengemudi jip memesan tiket di tempat, situasi itu menyebabkan antrean panjang. Dalam waktu bersamaan, ada rombongan wisatawan lain hendak keluar dari taman nasional. Sejumlah pelaku jasa wisata mengeluhkan kondisi itu ke petugas balai.
“Mereka mengeluh dengan cara tidak pantas, mengerumuni, mendorong, dan melontarkan kata kasar kepada petugas,” ujar Rudijanta.
Petugas berusaha mengurai kemacetan dengan mengalihkan jalur kendaraan melalui halaman hotel yang berada di dekat pintu penjagaan. Selain itu jalur khusus wisata kuda juga dibuka untuk mengurangi tumpukan kendaraan di pintu penjagaan.
Di tengah situasi kacau dampak masalah tiket masuk Bromo itu, di antara mereka ada yang masuk ke kantor SPTN Wilayah I. Mereka hendak mencari kepala bidang wilayah I SPTN tapi yang dicari tidak ada di tempat.
“Karena tidak menemukan yang bersangkutan, lalu merusak inventaris kantor termasuk mengambil kunci mobil milik balai besar,” ucap Rudijanta.
Dampak Kericuhan
Otoritas taman nasional menyebut kunci beserta surat kendaraan dinas jenis Pajero Sport belum bisa ditemukan. Kerusakan lainnya berupa sebuah laptop hancur, sebuah meja patah, dan beberapa barang hancur karena dirusak.
“Tidak semua kejadian itu terekam CCTV kantor karena aliran listrik dimatikan dan kabel kamera pengawas itu dicabut,” ucap Rudijanta.
Menurutnya, sosialisasi kepada pelaku jasa wisata terkait sistem pemesanan sistem online sudah sering digelar. Sosialisasi terakhir pada 28 April 2025 di Visitor Center Cemorolawang, saat itu ada sejumlah kesepakatan seperti kewajiban pemesanan online dan penyertaan QR-Code ke tiap pengemudi jip.
“Kericuhan kemarin disebabkan banyak pengunjung belum beli tiket masuk. Biasanya pembelian tiket lewat operator wisata maupun jip, pihak inilah yang sering tidak tertib,” kata Rudijanta.
Data otoritas taman nasional, ketika kericuhan itu terjadi total jumlah kunjungan mencapai 4.026 orang. Sedangkan selama masa libur lebaran Idul Fitri beberapa saat lalu pengunjung mencapai 5.752 orang dan semua berjalan lancar.
Sementara itu, pemilik Zalfa Tour, Puji Munandar mengatakan telah menerima laporan dari pengemudi jipnya atas peristiwa di pintu masuk Bromo via Cemorolawang tersebut. Menurutnya, kejadian itu dipicu pengemudi jip harus pindai ulang barcode.
“Petugas jaga saat itu sangat sedikit sedangkan pengemudi jip harus pindai ulang barcode. Itu menyebabkan antrean panjang lalu terjadi keributan,” kata Puji saat dikonfirmasi.
Dia tak bisa memastikan apakah ada pengemudi jipnya terlibat dalam kericuhan itu. Tapi pengemudi dan pelaku jasa wisata lainnya mengeluhkan keterbatasan jumlah petugas sehingga membuat layanan kurang maksimal.
Puji mengatakan pada 4 Mei kemarin agen wisatanya melayani sekitar 200 rombongan wisatawan Bromo melibatkan kurang lebih 40 jip. Pemesanan tiket biasanya diserahkan langsung ke operator jip dan selama ini selalu berjalan lancar.