Liputan6.com, Bandung - Sebanyak 500 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Bandung, Jawa Barat akan direnovasi tanpa menggunakan dana APBN, APBD, maupun BUMN. Proses renovasi rutilahu tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025 pukul 08.00 WIB.
Program itu merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Advertisement
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti penyediaan rumah layak sebagai salah satu dari tiga syarat utama pengentasan kemiskinan ekstrem, selain perlindungan kesehatan dan pendidikan.
"Jika rakyat punya rumah layak, sehat, dan anak-anaknya sekolah gratis, maka urusan perut bisa mereka usahakan sendiri. Rumah adalah simbol martabat,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu, 4 Mei 2025.
Proses renovasi diperkirakan selesai dalam waktu 3 hingga 6 bulan. Selama proses itu, Dedi menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan menyalurkan dana bantuan kontrakan sebesar Rp3 juta bagi keluarga yang rumahnya direnovasi.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan bahwa renovasi tersebut mencakup empat kecamatan dan delapan kelurahan di Kota Bandung. Di antaranya Kecamatan Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Cibeunying Kidul, dan Bojongloa Kaler
"Kami pastikan seluruh verifikasi sesuai standar rutilahu, tanah milik sendiri, tidak sedang bersengketa, bukan rumah kontrakan, dan layak dibangun. Proses perizinan pun dipermudah. PBG yang dulu bisa 45 hari, sekarang hanya 15 menit," kata Farhan.
Simak Video Pilihan Ini:
Pertama Kali
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengatakan, proyek yang diselenggarakan tanpa dana negara itu baru pertama kali dilakukan.
"Saya tanya ke Pak Farhan dan Pak Aguan, kapan terakhir ada renovasi 500 rumah tanpa uang negara? Jawabannya: belum pernah. Ini baru pertama kali," ucap Maruarar.
Maruarar menuturkan, pemerintah pusat telah membebaskan PPN, BPHTB, dan PBG untuk rumah rakyat kecil. Kota Bandung pun, kata dia, menjadi salah satu pelaksana terbaik kebijakan ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma atau Aguan mengatakan yayasannya telah membangun lebih dari 8.000 rumah di berbagai wilayah bencana. Namun, program renovasi massal seperti ini adalah yang pertama kalinya dilakukan.
"Kami biasa bangun rumah baru untuk korban bencana. Tapi renovasi 500 rumah secara serentak di kota seperti ini, baru kali ini. Kami lakukan ini karena tergerak oleh semangat gotong royong yang luar biasa di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung," ujarnya.
Yayasan Buddha Tzu Chi menanggung seluruh biaya renovasi. "Dan untuk SDM pembangunannya kita akan persilahkan warga atau masyarakat sekitar yang membutuhkan, supaya anggaran pembangunannya kembali ke masyarakat, pokoknya bahan kami sediakan," kata Aguan.
Penulis: Arby Salim