5 Pernyataan Wapres Gibran Terkait Penggunaan AI di Indonesia, Minta Mahasiswa Adaptif Gunakan

Menurut Wapres Gibran Rakabuming Raka, dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana, salah satunya Pemerintah telah memutuskan untuk segera memasukkan pembelajaran AI ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 04 Mei 2025, 12:15 WIB
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berbicara soal peluang dirinya bergabung ke partai politik lain, usai dipecat PDI Perjuangan (PDIP) sebagai kader. (Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berbicara terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia.

Menurut Wapres Gibran, dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana, Pemerintah telah memutuskan untuk segera memasukkan pembelajaran AI ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Studium Generale bertajuk Creative Job Opportunity with AI yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta Barat, pada Jumat 2 Mei 2025.

"Nanti di tahun ajaran baru kita mulai memasukkan kurikulum AI, pelajaran AI di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK," ujar Gibran seperti dikutip Sabtu 3 Mei 2025.

Dia menyebut, hal itu menjadi bukti nyata dukungan Pemerintahan Prabowo Subianto terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menjawab berbagai tantangan di berbagai sektor.

Selain itu, Wapres Gibran Rakabuming Raka pun meminta mahasiswa bisa adaptif dalam membangun peran melalui digitalisasi dan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Dia mengapresiasi peranan kampus, seperti BINUS University yang memfasilitasi mahasiswanya.

"Saya sangat mengapresiasi inovasi-inovasi mahasiswa BINUS University yang menunjukkan bahwa AI bukan hanya soal teknologi tinggi, tapi bisa menjadi solusi konkret bagi masalah-masalah sosial, pendidikan, hingga pengembangan UMKM," papar dia.

Berikut sederet pernyataan Wapres Gibran Rakabuming Raka terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Sebut Kurikulum AI Masuk di Tahun Ajaran Baru SD, SMP, SMA dan SMK

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Youtube Sekretariat Wakil Presiden).

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengungkap, dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana, Pemerintah telah memutuskan untuk segera memasukkan pembelajaran AI ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Studium Generale bertajuk Creative Job Opportunity with AI yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta Barat, pada Jumat 2 Mei 2025.

"Nanti di tahun ajaran baru kita mulai memasukkan kurikulum AI, pelajaran AI di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK," ujar Gibran seperti dikutip Sabtu 3 Mei 2025.

Menurut Gibran, hal itu menjadi bukti nyata dukungan Pemerintahan Prabowo Subianto terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk menjawab berbagai tantangan di berbagai sektor.

 

2. Pentingnya Pembelajaran AI Sejak Dini

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri Studium Generale bertajuk Creative Job Opportunity with AI yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta Barat, pada Jumat (2/5) (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Wapres Gibran Rakabuming Raka percaya, pembelajaran AI sejak dini menjadi penting karena memainkan peran kunci di dunia teknologi saat ini dalam berbagai aspek kehidupan masa depan.

Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan AI, tetapi juga menciptakan solusi inovatif yang berdampak bagi kemajuan bangsa dan dunia.

Sebagai contoh penerapan AI, Wapres menyebut penggunaan teknologi ini oleh PT Jasa Marga dalam memantau lalu lintas di ruas tol selama libur Lebaran serta penerapan AI Face Recognition oleh PT KAI.

"Jasa Marga sudah pakai AI [di sana] stafnya anak-anak muda semua. Mereka bisa melihat trafik di sepanjang ruas-ruas tol, jadi bisa tahu kapan harus dibikin one way atau contraflow. Di KAI ada kamera canggih pakai AI face recognition. Jadi, kalau ada pencuri [bisa] ketahuan," terang Gibran.

 

3. Minta Mahasiswa Indonesia Adaptif terhadap Ekosistem AI

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan, Indonesia berada dalam momen yang sangat menentukan karena berada di tengah beragamnya tantangan global. (Youtube Sekretariat Wapres).

Wapres Gibran lalu meminta mahasiswa bisa adaptif dalam membangun peran melalui digitalisasi dan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Dia mengapresiasi peranan kampus, seperti BINUS University yang memfasilitasi mahasiswanya.

"Saya sangat mengapresiasi inovasi-inovasi mahasiswa BINUS University yang menunjukkan bahwa AI bukan hanya soal teknologi tinggi, tapi bisa menjadi solusi konkret bagi masalah-masalah sosial, pendidikan, hingga pengembangan UMKM," kata Gibran.

Putra sulung Joko Widodo pun mengaku senang, sebab BINUS sebagai salah satu pelopor pengembangan program AI melalui jalur pendidikan di Indonesia.

"Saya senang sekali BINUS menangkap peluang AI ini, selain bisa menjawab tantangan zaman, anak-anak nanti ketika lulus sudah siap kerja,"

Wapres berharap, inisiatif BINUS mampu mencetak lahirnya generasi muda yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di bidang AI.

"Sebab, pemanfaatan teknologi berbasis AI yang dilakukan mahasiswa BINUS membuktikan teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi tantangan sosial, pendidikan, hingga pengembangan UMKM," terang dia.

 

4. Sambut Baik Langkah Binus

Wakil presiden (wapres) terpilih 2024-2029, Gibran Rakabuming Raka.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga meninjau langsung berbagai karya mahasiswa yang memadukan AI dengan elemen kreatif. Ia menilai, karya-karya tersebut mencerminkan kesiapan generasi muda Indonesia dalam menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis teknologi.

"Inilah contoh nyata generasi muda yang siap menyongsong masa depan dan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia," bangga Gibran.

Putra sulung Joko Widodo ini pun menyambut baik langkah BINUS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke berbagai aspek pembelajaran dan layanan akademik, mulai dari proses administrasi, sistem informasi, hingga pengembangan kurikulum.

"Pendekatan ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mencetak talenta digital unggul sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045," tutur Eks Wali Kota Solo ini.

Gibran menyatakan inisiatif BINUS dapat diperluas dan dijadikan inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya di seluruh Indonesia.

Ia juga menegaskan, pemerintah akan terus mendukung kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global.

 

5. Harap Anak Muda Bisa Jadi Pionir

Pidato Gibran Rakabuming di Acara Fatayat NU Disorot, Dianggap Langgar Pedoman Ejaan yang Disempurnakan.  foto: Twitter @BosPurwa

Sebagai contoh penerapan AI, Wapres menyebut penggunaan teknologi ini oleh PT Jasa Marga dalam memantau lalu lintas di ruas tol selama libur Lebaran serta penerapan AI Face Recognition oleh PT KAI.

"Jasa Marga sudah pakai AI (di sana) stafnya anak-anak muda semua. Mereka bisa melihat trafik di sepanjang ruas-ruas tol, jadi bisa tahu kapan harus dibikin one way atau contraflow. Di KAI ada kamera canggih pakai AI face recognition. Jadi, kalau ada pencuri [bisa] ketahuan," jelasnya.

Eks wali kota Solo ini pun berpesan kepada generasi muda untuk menguasai teknologi digital dan ekonomi masa kini agar dapat menjadi pionir dalam inovasi dan siap menghadapi tantangan ekonomi serta industri masa depan.

"Indonesia ini tidak pernah kehabisan anak-anak pintar. Semuanya kreatif dan kalian harus bisa meng-embrace teknologi-teknologi terkini salah satunya AI, crypto, blockchain, dan yang lainya," tandas Wapres Gibran.

Infografis Gibran Buka Layanan Pengaduan Warga di Istana Wapres. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya