Liputan6.com, Gaza - Sebuah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis ke Gaza telah dibom oleh pesawat nirawak dan dilumpuhkan saat berada di perairan internasional di lepas pantai Malta.
Dilaporkan bahwa saat itu kapal tersebut menuju wilayah Palestina, dikutip dari laman The Guardian, Minggu (4/5/2025).
Advertisement
"Pukul 00:23 waktu Malta, Conscience, sebuah kapal milik Freedom Flotilla Coalition diserang langsung di perairan internasional," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
"Pesawat nirawak bersenjata menyerang bagian depan kapal sipil tak bersenjata dua kali, menyebabkan kebakaran dan kebocoran besar di lambung kapal," tambahnya, menyalahkan Israel.
Serangan itu tampaknya menargetkan generator kapal pada Jumat pagi (2/5), membuat kapal tanpa listrik dan berisiko tenggelam, kata para aktivis. Gambar yang diunggah ke media sosial oleh Freedom Flotilla Coalition menunjukkan kobaran api hebat di atas kapal dan dua ledakan.
Tidak ada konfirmasi atau bukti lebih lanjut atas klaim bahwa pesawat nirawak menyebabkan ledakan tersebut, tetapi gambar Conscience yang diberikan oleh otoritas Siprus menunjukkan kerusakan yang signifikan.
12 awak kapal dan empat warga sipil "dipastikan selamat", kata pemerintah Malta dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (2/5).
"Kapal itu memiliki 12 awak kapal dan empat penumpang sipil; tidak ada korban yang dilaporkan," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa kapal tunda di dekatnya telah diarahkan untuk membantu kapal tersebut.
Kelompok itu mengatakan aktivis dari 21 negara berada di atas kapal dalam sebuah "misi untuk menantang pengepungan ilegal dan mematikan oleh Israel di Gaza dan untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan dan menyelamatkan nyawa".
Pernyataan itu berbunyi: "Duta besar Israel harus dipanggil dan menjawab pelanggaran hukum internasional, termasuk blokade yang sedang berlangsung dan pemboman kapal sipil kami di perairan internasional."
Israel belum mengomentari tuduhan tersebut.