Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Momen Bersejarah bagi Indonesia dan Bali

Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Irjen Herry Heryawan puas pelaksanaan Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Bali berlangsung dengan baik.

oleh ThomasDiperbarui 03 Mei 2025, 23:16 WIB
Pemanjat tebing Indonesia Musauwir gagal lolos semifinal IFSC Climbing World Cup 2025 di Peninsula Island, Jumat (2/5/2025). (Bola.com/Alit Binawan)

Liputan6.com, Jakarta- Piala Dunia Panjat Tebing atau IFSC Climbing World Cup Bali 2025 sedang berlangsung di Bali dari 2 sampai 4 Mei 2025. Event ini merupakan momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia, khususnya Bali, menjadi tuan rumah ajang IFSC World Cup dengan skala penuh.

Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Irjen Herry Heryawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali atas sambutan hangat serta dukungan luar biasa terhadap pelaksanaan IFSC Climbing World Cup Bali 2025.

Herry yang juga didapuk sebagai Ketua Organizing Committe IFSC World Cup Bali 2025 ini menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Bali yang telah menunjukkan energi positif sejak awal persiapan kejuaraan dunia panjat tebing tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan event internasional ini dengan sukses.

“Tanpa kerja sama yang solid, tentu acara sebesar ini tidak akan bisa terselenggara dengan baik,” ujarnya dalam pembukaan IFSC World Cup Bali 2025 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, Jumat (2/5).


Promosi Bali

Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Herry Heryawan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat serta Pemerintah Provinsi Bali. (Bola.com/Dok.Istimewa).

Tak hanya menjadi ajang unjuk gigi kemampuan atlet nasional, kejuaraan ini juga membawa misi promosi pariwisata serta peningkatan ekonomi lokal melalui sport tourism.

“Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal kebanggaan nasional. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Bali, mampu menjadi tuan rumah yang hebat dan membanggakan,” tambah Irjen Herry yang karib disapa Herimen ini.


Dampak Positif Piala Dunia Panjat Tebing di Bali

Herry pun meyakini, kehadiran Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Bali akan memberi dampak positif dalam berbagai aspek, mulai dari eksposur internasional, peluang investasi, hingga penguatan ekosistem olahraga prestasi di Indonesia.

Irjen Herry yang juga menjabat sebagai Kapolda Riau ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyukseskan IFSC Climbing World Cup Bali 2025.

“Mari kita sukseskan IFSC Climbing World Cup Bali 2025 bersama-sama,” pungkasnya.

Kejuaraan dunia yang akan digelar pada 2–4 Mei 2025 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, ini merupakan bagian dari rangkaian IFSC Climbing World Cup Series 2025 yang mempertemukan atlet-atlet panjat tebing terbaik dunia. Total 221 atlet dari 32 negara akan berpartisipasi dalam dua nomor kompetisi utama: Lead dan Speed.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya