Liputan6.com, Cirebon Keluarga harus menerima dengan ikhlas dan sabar atas meninggalnya calon haji asal Cirebon Suhendi sebelum berangkat ke tanah suci Mekkah.
Warga Desa Danawinangun Kabupaten Cirebon tersebut meninggal sehari sebelum dijadwalkan terbang ke Mekkah untuk ibadah haji. Suhendi meninggal dunia di Asrama Haji Indramayu pada Jumat (2/5/2025) siang.
Advertisement
Menurut Satori, anggota keluarga mengatakan bahwa almarhum saat itu datang berdama istri dan keempat anaknya di Asrama Haji Indramayu pukul 10.00 WIB. Saat hendak melaksanakan Solat Duha di masjid asrama, Almarhum terpeleset usai berwudhu.
Diketahui, bagian kepala almarhum terbentur lantai hingga tergeletak tak sadarkan diri. Satori mengungkapkan Suhendi memang memiliki riwayat penyakit jantung dan sebelumnya sudah berkali-kali dirawat di rumah sakit.
“Sempat bertemu langsung dan kasih saran agar bawa obat-obatan khusus untuk jaga-jaga selama di tanah suci. Tapi beliau tampak sangat semangat,” ujar Satori di rumah duka, Jumat (2/5/2025).
Sementara itu, lanjut Satori, di Asrama haji, anak dari almarhum sempat mengingatkan agar menunda sholat karena kondisi fisiknya, namun Suhendi tetap memaksakan diri untuk beribadah.
“Setelah wudhu, dalam hitungan menit beliau terpeleset. Ada yang mendengar suara benturan, lalu melihat beliau tergeletak. Masih sempat dibangunkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit, tapi Allah berkehendak lain,” kenangnya.
Jenazah almarhum langsung dibawa pulang ke rumah duka di Desa Danawinangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, dan dimakamkan pada Jumat sore di kampung halamannya.
Suasana duka mendalam terasa saat keluarga, kerabat, hingga warga setempat mengiringi pemakaman almarhum.
Satu Keluarga
Kepergian Suhendi meninggalkan duka yang mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan satu kloter. Ia dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, santun, dan penuh semangat menjalankan ibadah.
"Beliau sudah mempersiapkan segalanya untuk berangkat haji, namun Tuhan punya rencana yang lebih indah," ujar salah satu warga.
Meski tak sempat menginjakkan kaki di tanah suci, kepergian almarhum Suhendi dipercaya telah berada dalam jalan terbaik, wafat dalam niat menjalankan rukun Islam kelima.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon Mualim mengatakan Suhendi tergabung dalam Kloter 2 KJT dari Kabupaten Cirebon dan baru memasuki asrama haji pada Jumat pagi.
Suhendi rencananya berangkat bersama istri dan keempat anaknya menuju Tanah Suci. Mualim mengatakan sekitar pukul 10.00 WIB Suhendi hendak melaksanakan Shalat Dhuha di Masjid Al Jabar.
Saat itu calon haji asal Cirebon tersebut sempat merasa lemas, namun tetap memaksakan diri berwudhu meski telah diingatkan oleh putranya untuk beristirahat.
Ketika berada di area tangga masjid, kata dia, Suhendi terpeleset dan jatuh dan orang-orang yang mendengar suara tersebut segera memberikan pertolongan.
“Tim medis embarkasi sempat memberikan bantuan resusitasi jantung sebelum membawanya ke Rumah Sakit Mitra Indramayu. Namun, Suhendi dinyatakan meninggal dunia,” katanya.