Harga Emas Naik-Turun, Ternyata Ini Penyebabnya

Harga emas Antam fluktuatif karena dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti harga emas dunia, nilai tukar rupiah, dan kebijakan moneter global.

oleh Septian DenyDiterbitkan 03 Mei 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas Antam yang selalu berubah-ubah setiap harinya sering membuat bingung para investor. Kenaikan dan penurunan harga emas Antam ini ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam negeri maupun internasional.

Pergerakan harga emas dunia, misalnya, memiliki dampak langsung pada harga emas Antam di Indonesia karena harga emas Antam dihitung berdasarkan konversi dari dolar AS ke rupiah. Selain itu, faktor permintaan dan penawaran juga turut memengaruhi harga emas.

Fluktuasi harga emas menunjukkan betapa dinamisnya pasar emas dan seberapa banyak faktor yang mempengaruhinya. Lalu, apa saja faktor-faktor tersebut yang menyebabkan harga emas Antam naik turun?

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi fluktuasi harga emas Antam antara lain adalah pergerakan harga emas dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, permintaan dan penawaran emas, kondisi ekonomi global, kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed), kebijakan pemerintah, dan tingkat inflasi.

Semua faktor ini saling berkaitan dan membentuk sebuah sistem yang kompleks yang menentukan harga emas setiap harinya. Mari kita bahas lebih detail masing-masing faktor tersebut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Emas Antam

Seorang pegawai menunjukan emas batangan di Jakarta, Senin (10/10). Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) pada perdagangan awal pekan ini terpantau stagnan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pergerakan Harga Emas Dunia: Harga emas di pasar internasional, yang dinyatakan dalam dolar AS, menjadi patokan utama. Kenaikan harga emas dunia otomatis akan meningkatkan harga emas Antam, dan sebaliknya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS: Fluktuasi nilai tukar rupiah juga berpengaruh signifikan. Jika rupiah melemah terhadap dolar AS, maka harga emas Antam akan cenderung naik, dan sebaliknya.

Permintaan dan Penawaran: Seperti komoditas lainnya, hukum ekonomi dasar permintaan dan penawaran berlaku pada emas. Tingginya permintaan akan mendorong harga naik, sementara permintaan yang rendah akan menekan harga.

Kondisi Ekonomi Global: Ketidakpastian ekonomi global, seperti resesi atau perang, biasanya membuat investor mencari aset aman seperti emas, sehingga meningkatkan permintaan dan harga.

 

Kenaikan Suku Bunga The Fed

Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 666 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kebijakan Moneter The Fed: Kenaikan suku bunga The Fed cenderung menekan harga emas karena investor lebih tertarik pada instrumen investasi berbunga tinggi. Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat meningkatkan harga emas.

Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah, baik di Indonesia maupun global, juga berpengaruh. Kebijakan yang menciptakan ketidakpastian ekonomi cenderung meningkatkan harga emas.

Inflasi: Inflasi tinggi mendorong kenaikan harga emas karena emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya