Apakah Memori Otak Manusia Bisa Penuh? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Memori otak manusia tidak akan pernah penuh, meski kita sering merasa demikian, inilah penjelasan ilmiahnya.

oleh Dyah Puspita WisnuwardaniDiperbarui 01 Mei 2025, 11:10 WIB
Ilustrasi otak manusia, mengidap empty sella syndrome. (Image by kjpargeter on Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah studi mengungkap, otak manusia mungkin bisa menyimpan 10 kali lebih banyak informasi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Mirip seperti cara kerja komputer, penyimpanan memori otak diukur dalam "bbit". Jumlah bit yang dapat disimpan otak bergantung pada koneksi antara neuron-neuronnya, yang dikenal sebagai sinapsis.

Dengan lebih memahami bagaimana sinapsis menguat dan melemah, dan seberapa banyak, para ilmuwan mengukur dengan lebih tepat berapa banyak informasi yang dapat disimpan oleh koneksi ini. Analisis yang dipublikasikan pada tanggal 23 April 2024 di jurnal Neural Computation, menunjukkan bagaimana metode baru ini tidak hanya dapat meningkatkan pemahaman kita tentang pembelajaran tetapi juga tentang penuaan dan penyakit yang mengikis koneksi di otak.

"Pendekatan ini menyentuh inti kapasitas pemrosesan informasi sirkuit saraf," kata Jai ​​Yu, asisten profesor neurofisiologi di Universitas Chicago yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, kepada Live Science.

"Mampu memperkirakan seberapa banyak informasi yang berpotensi dapat direpresentasikan merupakan langkah penting menuju pemahaman kapasitas otak untuk melakukan komputasi yang kompleks."

Di otak manusia, terdapat lebih dari 100 triliun sinapsis di antara neuron. Pembawa pesan kimia diluncurkan melintasi sinapsis ini, yang memfasilitasi transfer informasi di seluruh otak. Saat kita belajar, transfer informasi melalui sinapsis tertentu meningkat.

"Penguatan" sinapsis ini memungkinkan kita untuk menyimpan informasi baru. Secara umum, sinapsis menguat atau melemah sebagai respons terhadap seberapa aktif neuron penyusunnya — sebuah fenomena yang disebut plastisitas sinaptik.

Otak kita jauh lebih kompleks dibandingkan dengan hard drive komputer, yang memiliki kapasitas penyimpanan terbatas. Kapasitas penyimpanan memori  otak manusia diperkirakan mencapai sekitar 2,5 petabyte, setara dengan 1 juta gigabyte. Ini jauh lebih besar dibandingkan kapasitas penyimpanan ponsel pintar yang kita miliki saat ini. Dengan kapasitas sebesar itu, otak mampu menyimpan berbagai macam informasi, mulai dari pengalaman hingga pengetahuan dan keterampilan sepanjang hidup kita.

Jadi, bagaimana sebenarnya otak menyimpan informasi? 

Memori Sebagai Proses Dinamis

Alih-alih 'penuh,' otak lebih tepat digambarkan sebagai sistem yang terus-menerus membentuk dan mengubah koneksi saraf untuk menyimpan dan mengakses informasi. Kemampuan mengingat sesuatu bergantung pada seberapa kuat koneksi saraf yang terkait dengan memori tersebut. Lupa bukan berarti memori 'penuh,' melainkan koneksi saraf yang lemah atau terputus.

Seiring berjalannya waktu, otak kita menyimpan pengetahuan yang terus berkembang. Meskipun kita merasa sulit untuk mengingat informasi baru, bukan berarti otak kita sudah penuh. Sebaliknya, otak kita terus beradaptasi dan mengorganisir informasi yang ada. Proses ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, stres, dan kesehatan.

Ketika kita lupa, itu bukanlah tanda bahwa otak kita 'penuh.' Ini adalah bagian normal dari proses pembentukan memori. Otak secara konstan mengorganisir dan mengkonsolidasikan informasi, yang kadang-kadang melibatkan penghapusan atau penggantian informasi lama untuk memberi ruang bagi informasi baru.

Faktor yang Mempengaruhi Memori

Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan otak dalam menyimpan dan mengingat informasi. Usia adalah salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi daya ingat. Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengalami penurunan kemampuan kognitif, yang dapat berdampak pada ingatan mereka.

Stres juga merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi memori. Ketika kita berada dalam keadaan stres, tubuh kita memproduksi hormon yang dapat mengganggu proses pembentukan memori. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik agar otak kita dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu, kesehatan secara keseluruhan juga memainkan peran penting dalam kemampuan kita untuk mengingat. Pola makan yang baik, cukup tidur, dan olahraga teratur dapat membantu meningkatkan fungsi otak dan daya ingat kita.

Jadi, benarkah memori otak kita bisa penuh? Jawabannya adalah tidak. Memori otak manusia tidak akan pernah penuh dalam arti seperti hard drive komputer. Proses penyimpanan informasi di otak bersifat dinamis dan terus beradaptasi. Ketika kita merasa sulit mengingat sesuatu, itu bukan karena otak kita penuh, tetapi lebih kepada bagaimana koneksi saraf kita berfungsi. Dengan menjaga kesehatan otak dan terus belajar, kita dapat memaksimalkan kemampuan ingatan kita.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya