Gen Z Mau Mulai Bisnis Sendiri, Simak Sektor Prospektif

Para pengusaha kelompok usia generasi Z masih memiliki peluang untuk memulai bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 30 April 2025, 20:10 WIB
tips membuka usaha sendiri ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Ketidakpastian tengah melanda perekonomian global, menyusul serangkaian tarif impor baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ketegangan meningkat ketika China membalas tarif impor baru AS dengan pengenaan tarif hingga 125% pada produk dari negara tersebut.

Selain AS dan China, tarif impor juga membayangi sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi para pengusaha, tak terkecuali pengusaha-pengusaha muda di dalam negeri yang akan memulai membangun bisnis mereka.

Sekretaris Jenderal BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira membocorkan sektor prospektif untuk Gen Z di tengah situasi ketidakpastian ekonomi saat ini.

Sektor pertama, adalah ekonomi digital dan kreatif. Menurut Angga, pengusaha Gen Z dapat memanfaatkan peluang di sektor tersebut dengan kemampuan mereka untuk terus adaptif.

Angga membeberkan, salah satu bisnis yang menarik dari sektor ekonomi digital dan kreatif yaitu content creator service, agency digital marketing, live commerce, serta manajemen UMKM digital.

"Gen Z punya keunggulan adaptasi digital dan kreativitas tinggi," ujar Angga kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Kedua, sektor prospektif menarik lainnya adalah produk konsumen lokal yang mencakup F&B kekinian berbasis lokalitas, minuman herbal, cemilan sehat, hingga fashion streetwear lokal.

"Adopsi tren lokal dengan branding kuat sangat diminati pasar anak muda," ungkap Angga.

Agribisnis Modern

Sektor selanjutnya adalah agribisnis modern dan peternakan urban yang mencakup bisnis budidaya hidroponik, urban farming, madu lebah, atau peternakan lele sistem bioflok.

Menurut Angga, sektor tersebut cocok untuk pengusaha kelompok usia Gen Z yang ingin memberikan dampak luas ke masyarakat sekaligus mencetak keuntungan.

Jasa Teknologi dan freelance juga menjadi sektor menarik, Angga menambahkan. Misal, tech support, UI/UX design, AI prompt engineer, coding, video editing. Pasalnya, bisnis tersebut membutuhkan modal yang tak besar dan bisa dilakukan dari rumah.

Angga juga melihat bahwa energi terbarukan dan daur ulang bisa menjadi sektor yang menarik bagi pengusaha Gen Z yang masih pemula.

"Startup yang bergerak di energi surya skala kecil, waste-to-product, atau refill station ramah lingkungan," bebernya.

 

Masih Punya Peluang

tips membuka usaha ©Ilustrasi dibuat AI

Selain itu, Anggawira melihat bahwa para pengusaha kelompok usia generasi Z masih memiliki peluang untuk memulai bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Gen Z adalah generasi yang paling adaptif dan kreatif. Tapi jangan hanya mengejar gaya hidup entrepreneur, perlu juga mindset builder: sabar, tahan banting, dan siap belajar dari kegagalan," ungkapnya.

Angga menuturkan, salah satu peluang yang dimiliki pengusaha Gen Z di dalam negeri adalah manfaat dari pasar Indonesia yang masih tumbuh.

Hal itu terlihat dari bonus demografi yang menjadi kekuatan besar. "Banyak sektor yang belum tergarap maksimal (pertanian modern, jasa lokal, transformasi UMKM," bebernya.

Selain itu, pengusaha di kelompok usia Gen Z juga dapat memanfaatkan kehadiran teknologi dalam meminimalisir lonjakan biaya pemasaran dan distribusi.

"Digitalisasi menurunkan biaya masuk (modal lebih murah, distribusi lebih luas lewat e-commerce)," jelas Angga.

 

Bagaimana Mempertahankan Bisnis Saat Naik-Turun?

Ilustrasi Bisnis Online (Photo by freepik/tirachardz)

Untuk mempertahankan bisnis yang tak terhindarkan dari hasil yang fluktuatif, Angga menyarankan untuk pengusaha muda agar berfokus pada produk yang dapat menjadi salah satu pemecah masalah.

"Jangan cuma ikut tren. Kendalikan arus kas dan efisiensi sejak awal, jangan boros di branding tapi lalai di operasional," imbuhnya.

Lebih lanjut, Angga juga melihat bahwa penting bagi pengusaha Gen Z untuk terus membangun relasi yang baik dengan pelanggan setianya.

"Bangun komunitas pengguna dan pelanggan loyal, bukan hanya followers," jelas dia.

Diversifikasi Sumber Pemasukan

Selain itu, penting juga untuk mendiversifikasi sumber pemasukan dengan menggabungkan penjualan, jasa, atau kemitraan. "Jangan takut pivot saat strategi awal tidak berhasil," tambahnya.

Angga pun mengajak para pengusaha muda untuk aktif dalam mengikuti kegiatan komunitas terkait untuk mendapat ilmu usaha seluas mungkin.

"Bergabung ke ekosistem: HIPMI, inkubator bisnis, komunitas startup – bisa belajar, kolaborasi, dan mendapat pembinaan," sebutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya