Bedah Robotik di Indonesia Makin Maju, Ini 4 Keunggulan Utamanya

Ini 4 keunggulan sistem bedah robotik terbaru, salah satunya lebih presisi.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 01 Mei 2025, 06:00 WIB
Teknologi Bedah Robotik Indonesia Tunjukkan Kemajuan, Ini 4 Keunggulannya. Foto: BMHS.

Liputan6.com, Jakarta Teknologi bedah robotik di Indonesia menunjukkan perkembangan. Salah satunya ditandai dengan adopsi generasi kedua dari Robotic Surgery System.

Salah satu dokter pelopor bedah robotik di Indonesia, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Ivan Rizal Sini, mengatakan bahwa generasi kedua sistem bedah robot menandai era baru layanan bedah robotik di Indonesia.  

Menurutnya, operasi robotik telah menjadi standar emas di banyak negara maju karena tingkat presisi dan akurasi tinggi. Manfaat tersebut didukung oleh: 

  1. Teknologi tangan robotik yang bergerak 360 derajat meniru tangan manusia dengan lebih stabil dan presisi. 
  2. kamera 3D high-definition yang mampu memperbesar area operasi hingga sepuluh kali lipat sehingga memudahkan dokter melihat detail yang sulit dijangkau metode biasa. 
  3. mengurangi tremor tangan sehingga lebih aman untuk operasi jaringan halus.   
  4. teknologi terbaru ini juga memberikan minim sayatan dan risiko karena hanya memerlukan 3 hingga 5 lubang kecil (5 – 10 mm), dibandingkan bedah konvensional yang butuh sayatan 10 – 20 cm.

“Dengan sayatan yang minimal tersebut, kemungkinan perdarahan dan risiko infeksi pasien lebih sedikit karena luka lebih kecil dan tertutup lebih cepat. Selain itu, jaringan sekitar lebih sedikit terganggu, sehingga fungsi organ tetap optimal pasca operasi,” kata Ivan dalam keterangan pers, Rabu (30/4/2025). 

“Berbagai keunggulan (teknologi bedah robotik) tersebut juga memungkinkan rawat inap yang lebih singkat karena pemulihan lebih cepat, yang pada akhirnya menjadikan pengobatan lebih optimal dan menunjang kualitas hidup pasien,” tambahnya.  

 

Bedah Robotik Perlu Diimbangi Kesiapan Tenaga Medis

Ivan menjelaskan, adaptasi bedah robotik generasi kedua dilakukan oleh PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang sudah memperkenalkan teknologi bedah robotik di Indonesia sejak 2012. Menurutnya, teknologi terbaru ini menghadirkan presisi lebih tinggi, minimal invasif, dengan pemulihan yang lebih cepat bagi pasien.

Operasi robotik dengan Robotic Surgery System generasi kedua telah dilakukan secara perdana di RSU Bunda, Jakarta dan dipimpin oleh Ivan.

“Berbekal pengalaman mumpuni selama 13 tahun menjadi pionir bedah robotik di Indonesia, kami percaya masa depan bedah ditentukan oleh kombinasi antara teknologi mutakhir dan kesiapan tenaga medis,” kata Ivan. 

“Teknologi bedah robotik ini membantu dokter bekerja lebih presisi dan dengan hasil lebih optimal untuk semakin mendukung kualitas hidup pasien. Karena itu, kami tak hanya menghadirkan sistem robotik generasi kedua, tetapi juga membangun ekosistem dan memastikan lebih banyak dokter Indonesia mampu menguasai teknologi ini melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi,” tambahnya.

 

Adopsi Teknologi Bedah Robotik Sejak 2012  

Sejak pertama kali mengadopsi teknologi bedah robotik pada 2012, BMHS melalui jaringan RS Bunda Group telah membantu lebih dari 750 pasien melalui prosedur minimal invasif.

“Adopsi Robotic Surgery System generasi kedua ini merupakan bagian dari langkah strategis BMHS dan RS Bunda Group untuk memperkuat posisi sebagai pionir dalam transformasi layanan bedah robotik di Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono dalam keterangan yang sama.

Inovasi ini lebih dari sekadar teknologi canggih, sambungnya, ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan standar layanan kesehatan di Indonesia, melalui pemanfaatan teknologi kedokteran modern dan penguatan kapabilitas tenaga medis.

 

Kenalkan Teknologi Bedah Robotik Terkini pada Para Dokter

Guna mendukung perkembangan ekosistem bedah robotik di Indonesia, BMHS menyelenggarakan Workshop The Latest Innovation In Surgical Field: Robotic Surgery.

Dalam kegiatan ini para dokter mendapatkan pemahaman ilmiah mendalam, sesi praktik langsung mengoperasikan sistem bedah robotik (hands-on simulation), serta pemaparan berbagai studi kasus klinis dari bidang digestif, urologi, obgyn, hingga toraks (evidence-based practices).

Workshop ini berlangsung selama tiga hari mulai dari 28 hingga 30 April 2025 dengan pembicara yang merupakan para dokter pakar bedah robotik. Setelah mendapatkan pemahaman ilmiah dan pemaparan studi kasus, para peserta juga  secara langsung melakukan simulasi penggunaan sistem bedah robotik (dry lab) pada 30 April 2025 di RSU Bunda Jakarta.

“Melalui peningkatan kompetensi para dokter, kami berharap dapat mendorong adopsi teknologi bedah robotik secara lebih luas dan merata, serta menghadirkan layanan bedah minimal invasif yang lebih presisi.” 

“Inovasi yang senantiasa dihadirkan oleh BMHS diharapkan dapat memperkuat pelayanan prima bagi pasien, meningkatkan kompetensi tenaga medis serta mengakselerasi transformasi kesehatan khususnya inovasi terbaru teknologi bedah robotik di Indonesia,” pungkas Agus.  

Infografis Manfaat Berjalan Kaki Bagi Kesehatan. Source: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya