Mengenal Anomali Atmosfer yang Disebut Jadi Dalang Mati Listrik di Eropa

Dalam kasus ini, perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam di wilayah dataran tinggi menyebabkan terjadinya aliran udara vertikal yang tidak stabil. Fenomena ini menghasilkan gelombang atmosferik berfrekuensi rendah namun berkekuatan besar.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 01 Mei 2025, 01:00 WIB
fungsi atmosfer ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah negara di Eropa mengalami mati listrik serentak pada Senin (28/04/2025). Hal ini membuat rumah, kantor, kereta api, hingga lalu lintas di Spanyol, Portugal, dan sebagian wilayah Prancis terkena dampak dan menyebabkan kekacauan.

Fenomena atmosfer yang disebut induced atmosphere vibration atau getaran atmosfer terinduksi disebut sebagai dalang dari matinya listrik secara massal di sejumlah negara Eropa. Lalu, apa itu getaran atmosfer terinduksi?

Melansir laman Live Science pada Rabu (30/04/2025), variasi suhu ekstrem di pedalaman Spanyol telah mengakibatkan osilasi anomali pada saluran tegangan sangat tinggi, yang dikenal sebagai fenomena 'getaran atmosfer terinduksi'. Getaran atmosfer terinduksi adalah fenomena fisika yang terjadi ketika fluktuasi mendadak dalam suhu dan tekanan atmosfer memengaruhi kestabilan medan elektromagnetik di sekitarnya.

Dalam kasus ini, perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam di wilayah dataran tinggi menyebabkan terjadinya aliran udara vertikal yang tidak stabil. Fenomena ini menghasilkan gelombang atmosferik berfrekuensi rendah namun berkekuatan besar.

Gelombang ini kemudian berinteraksi dengan jaringan listrik, terutama saluran transmisi bertegangan sangat tinggi (extra high voltage). Akibat interaksi ini, terjadi resonansi elektromagnetik yang memicu osilasi atau getaran liar dalam sistem transmisi.

Ketika osilasi ini tidak dapat diredam oleh sistem proteksi otomatis, arus berlebih dan lonjakan tegangan menyebabkan pemutus arus (circuit breaker) bekerja serentak di banyak titik, yang berujung pada pemadaman listrik massal. Fenomena ini semakin parah karena sistem jaringan listrik di Eropa saling terhubung secara lintas negara (interconnected grid), sehingga gangguan lokal cepat menyebar menjadi krisis regional.

Para ahlin menyebut bahwa perubahan iklim memperbesar kemungkinan terjadinya fenomena ini karena makin seringnya pola cuaca ekstrem. Oleh karena itu, pemantauan atmosfer dan penguatan sistem kelistrikan menjadi krusial agar fenomena serupa tidak kembali menimbulkan kekacauan.

 

Pemadaman Listrik di Eropa

Melansir laman ENTSO-E pada Rabu (30/04/2025), Negara-negara di Uni Eropa, termasuk Portugal, Spanyol, dan Prancis, tergabung dalam ENTSO-E atau European Network of Transmission System Operators for Electricity. ENTSO-E merupakan jaringan interkoneksi listrik lintas negara di Eropa yang memungkinkan aliran listrik antarnegara untuk menjaga kestabilan pasokan dan efisiensi.

Sistem kelistrikan Spanyol, Portugal, dan Prancis terhubung dalam jaringan listrik terintegrasi (interconnected power grid) yang berada dalam sistem Eropa. Karena jaringan listrik Eropa saling terhubung, jika ada gangguan di satu titik penting seperti gardu induk atau jalur transmisi utama, dapat memicu reaksi berantai dan menyebabkan "cascading failure" yang mempengaruhi wilayah lain.

(Tifani)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya