IHSG Berpeluang Naik Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 30 April 2025

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di level support 6.585,6.373 dan level resistance 6.769,6.877 pada perdagangan Rabu, 30 April 2025.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 30 April 2025, 07:58 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik terbatas pada perdagangan Rabu (30/4/2025). IHSG akan menguji posisi 6.784.

IHSG menguat 0,39% ke posisi 6.749 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan Selasa, 29 April 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini sudah berada pada akhir wave (a) dari wave B sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji 6.784. “IHSG akan rawan terkoreksi terlebih dahulu ke rentang 6.333-6.571,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.585,6.373 dan level resistance 6.769,6.877 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.640-6.790 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Selain itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan Bank Dunia prediksi rasio utang pemerintah Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan mencapai 40,1% pada 2025, meningkat dari 39,6%, saat ini.

“Kenaikan ini menunjukkan tren peningkatan utang yang perlu diwaspadai, terutama terkait dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi,” demikian seperti dikutip dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas.

PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, proyeksi Bank Dunia  yang menunjukkan rasio utang pemerintah Indonesia terhadap PDB akan meningkat, ini mencerminkan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengelola utang.

“Meskipun rasio utang ini masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan oleh undang-undang (60% dari PDB), tren peningkatan ini perlu diperhatikan dengan serius. Di mana Proyeksi Bank Dunia yang lebih tinggi dibandingkan dengan target pemerintah (39,15% terhadap PDB) menunjukkan adanya ketidakpastian dalam pengelolaan fiskal,”

PT Pilarmas Sekuritas menilai, hal ini bisa menciptakan kekhawatiran di kalangan investor dan pasar keuangan, yang dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar dan suku bunga. Sehingga proyeksi peningkatan rasio utang pemerintah Indonesia menunjukkan tantangan yang perlu dihadapi dengan hati-hati.

“Meskipun masih berada dalam batas aman, pemerintah harus memastikan bahwa utang digunakan secara produktif dan dikelola dengan baik untuk menghindari risiko yang lebih besar di masa depan,”

PT Pilarmas Investindo Sekuritas menilai,pengelolaan utang yang efektif dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi jika tidak, dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi stabilitas ekonomi dalam negeri khususnya ditengah ketidakpastian yang ada saat ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB).

Sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ).

Rekomendasi Teknikal

Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on Weakness

Saham BMRI menguat 0,41% ke 4.940 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. "Kami perkirakan posisi BMRI sedang berada pada bagian dari wave (d) dari wave [b] pada pola triangle," ujar Herditya.

Buy on Weakness: 4.750-4.920

Target Price: 5.000, 5.125

Stoploss: below 4.660

 

2.PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Buy on Weakness

Saham BUMI menguat 2,86% ke 108 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA200. "Saat ini, posisi BUMI diperkirakan  berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i]," kata dia.

Buy on Weakness: 91-100

Target Price: 123, 136

Stoploss: below 85

 

3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Spec Buy

Saham MBMA terkoreksi 1,83% ke 322 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. "Kami perkirakan, posisi MBMA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v), sehingga MBMA masih berpeluang menguat Kembali," ujar dia.

Spec Buy: 314-322

Target Price: 340, 352

Stoploss: below 304

 

 4.PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) - Buy on Weakness

Saham PSAB menguat 2,03% ke 302 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 284 sebagai stoplossnya, maka posisi PSAB diperkirakan sedang berada di awal wave 5 dari wave (C).

Buy on Weakness: 292-300

Target Price: 328, 356

Stoploss: below 284

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Penutupan IHSG pada 29 April 2025

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan Selasa (29/4/2025). Mayoritas sektor saham menghijau sehingga mengangkat IHSG.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,39% ke posisi 6.749,07. Indeks LQ45 bertambah 0,46% ke posisi 757,18. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.763,88 dan level terendah 6.724,31. Sebanyak 383 saham menguat sehingga angkat IHSG. 230 saham melemah dan 192 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.198.054 kali dengan volume perdagangan 21,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 10,1 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat melemah terhadap rupiah di kisaran 16.758.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham industri susut 0,95%. Sektor saham kesehatan bertambah 1,65%, dan catat penguatan terbesar. Sektor saham infrastruktur menguat 1,46%, sektor saham basic mendaki 1,37% dan sektor saham transportasi menguat 1,27%.

Selain itu, sektor saham energi bertambah 0,26%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,57%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,89%, sektor saham keuangan bertambah 0,09%, sektor saham properti menanjak 0,18% dan sektor saham teknologi bertambah 0,91%.

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya