Jalankan Arahan Prabowo, Mardiono Atasi Masalah Irigasi di Kasepuhan Cisungsang

Mardiono mengikuti ritual adat “jatnika ngamitkeun sri ti bumi” sebagai penanda akan dilaksanakannya panen padi.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 30 April 2025, 05:37 WIB
Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono terjun langsung dengan berbaur dengan masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono terjun langsung dengan berbaur dengan masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan itu dilaksanakan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun komunikasi secara aktif dengan masyarakat setempat.

Mengutip siaran pers, Mardiono mengikuti ritual adat “jatnika ngamitkeun sri ti bumi” sebagai penanda akan dilaksanakannya panen padi. Hal itu dilakukan sembari menyerap keluh kesah masyarakat adat kasepuhan cisungsang.

“Sesuai dengan perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh kabinet merah putih untuk turun ke lapangan dan berkomunikasi dengan masyarakat. Tujuannya agar tahu semua persoalan yang ada dan bisa ditangani lebih cepat. Khususnya di bidang ketahanan pangan,” tutur Mardiono, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (30/4/2025).

Diketahui, saat ini kasepuhan cisungsang mengalami permasalahan soal irigasi, karena sistem irigasi yang dibangun sejak tahun 1989 telah mengalami kerusakan parah. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada tidak produktifnya lahan pertanian karena kelembaban tanah yang tidak baik dan berisiko terjadinya kekeringan.

“Saat ini di kasepuhan cisungsang mereka mengalami kendala persoalan pengairan. Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang akan memiliki dampak buruk dan bermasalah terkait produktivitas pertaniannya. Masyarakat adat di sini sudah beratus-ratus tahun telah memiliki ketahanan pangan sendiri, sehingga diharapkan itu bisa dipertahankan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Plt Ketum PPP ini.

“Kita memang memaklumi sepenuhnya, uang rakyat harus dijaga, tapi tidak boleh terlalu panjang birokrasinya dan harus segera. Maka itu saya akan membangun komunikasi lebih aktif, mudah-mudahan nanti permasalahan yang dihadapi masyarakat ini bisa menjadi skala prioritas bagi pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat,” sambungnya.

 

Apresiasi

Menanggapi kehadiran Mardiono, Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang Abah Usep mengucapkan terima kasih atas kehadiran UKP Bidang Ketahanan Pangan, Danrem 064 Brigjen TNI Andrian Susanto, perwakilan kementerian pertanian, jajaran dinas Provinsi Banten, dan lainnya.

Abah Usep berharap persoalan terkait irigasi dapat segera mendapat perhatian khusus, demi terciptanya asta cita Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada pangan tingkat nasional.

“Alhamdulillah kami masyarakat adat senang luar biasa Bapak UKP, Danrem, dan pejabat lainnya. Semoga persoalan irigasi ini dapat menjadi skala prioritas dan sesuai harapannya,” kata Abah Usep.

Diketahui masyarakat adat kasepuhan cisungsang ini mampu menghasilkan sebesar 49.300 ton per tahun (pada siklus dua kali panen). Hal ini menjadikan kasepuhan cisungsang mandiri pangan di tingkat lokal, bahkan dapat menjual hasil produksi pangannya hingga ke luar daerahnya.

Buku populer di Indonesia dari masa ke masa sudah berkembang sebelum era kemerdekaan. (Dok: Liputan6.com/Trie Yasni)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya