Liputan6.com, Jakarta - Sayur besan adalah hidangan khas Betawi berisi terubuk, ebi, kentang, sohun, hingga petai. Dari ragam isian tersebut, kehadiran terubuk memiliki makna dan filosofi tersendiri.
Terubuk merupakan telur atau bunga tebu. Tumbuh sebagai tanaman musiman, terubuk menjadi isian yang cukup istimewa dalam sayur besan.
Advertisement
Dalam semangkuk sayur besan berisi terubuk, ebi, kentang, sohun, dan dilengkapi petai. Sayur ini memiliki kuah santan yang gurih.
Sekilas, sayur besan tampak mirip dengan sajian khas Betawi lainnya. Namun, kehadiran terubuk menjadi sorotan yang paling menonjol dalam hidangan ini.
Mengutip dari Seni & Budaya Betawi, terubuk menggambarkan persatuan orang-orang yang berkumpul rukun karena ikatan pernikahan. Hal itu dilihat dari tampilan terubuk yang tampak seperti kumpulan ikan saat dibuka.
Atas dasar inilah, sayur besan kerap hadir dalam acara pernikahan atau pertemuan besan, termasuk saat lamaran maupun akad nikah. Sayur besan hadir sebagai lambang penggabungan dua keluarga yang bersatu dalam ikatan pernikahan.
Dijadikan Hantaran
Sayur besan sebagai bagian dari pernikahan masarakat Betawi kerap dijadikan sebagai hantaran dari orang tua calon mempelai wanita kepada orang tua calon mempelai pria. Sebagai balasan, hantaran prosesi ini dinamakan dengan tande putus.
Tande putus sekaligus memberikan simbol dari calon mempelai wanita bahwa pihak calon mempelai wanita telah siap menerima segala konsekuensi untuk menerima pihak calon mempelai laki-laki. Dari pihak calon mempelai laki-laki, sayur besan dan hantaran lainnya akan dibagikan kepada keluarga, saudara, dan tetangga sebagai bentuk undangan.
Pada 2014, sayur besan tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 270/P/2014 tentang Warisan Budaya Takbenda.
Penulis: Resla