Klarifikasi Dedi Mulyadi soal Fakta Aura Cinta: Dia Sudah Dewasa, Bintang Iklan

Dedi Mulyadi meluruskan dalam sebuah video bahwa Aura Cinta bukanlah anak remaja dan sudah berpenghasilan.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 29 April 2025, 17:30 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Lapangan DOS Balai Kota Depok (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta Sosok Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kini tengah menjadi perbincangan publik terkait kebijakannya yang dikritik oleh seorang perempuan muda. Seperti diketahui, belakangan ini media sosial ramai menyorot wanita muda berinisial AC yang awalnya tampak seperti remaja putri.

Sebagai informasi, wanita muda berinisial AC tersebut memiliki nama Aura Cinta dan diketahui menetap di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Rumahnya dibongkar pemerintah setempat lantaran berdiri di atas tanah milik negara. Dalam dialog rekaman video tersebut, Dedi Mulyadi seolah berdebat dengan Aura Cinta.

Dalam debatnya, Dedi Mulyadi menentang keinginan Aura Cinta yang bersikeras agar wisuda tetap dilaksanakan agar perpisahan lebih berkesan meskipun membebani orangtua. Biarpun banyak yang mendukung, namun sejumlah masyarakat menilai tak seharusnya Dedi Mulyadi menyorot adu argumen dengan anak remaja.

Lantaran pendapat tersebut makin menjamur, Dedi Mulyadi pun meluruskan dalam sebuah video di media sosialnya. Ia mengklarifikasi bahwa Aura Cinta bukanlah anak remaja. Selain itu, Aura Cinta juga sudah lulus sekolah dan punya penghasilan sendiri.

"Perlu dipahami oleh semua, bahwa dialog saya dengan Aura itu adalah dialog yang ingin menggambarkan tentang masa depan anak-anak kita. Pertama, Aura bukanlah anak remaja, tetapi menurut saya sudah dalam kategori dewasa karena usianya sudah hampir 20 tahun, dan dia lulus SMA setahun yang lalu," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Selasa (29/4/2025).

 


Profesi Aura Cinta

Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI)

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga membeberkan bahwa profesi Aura Cinta dalam mendapatkan penghasilan salah satunya berasal dari kegiatannya sebagai seorang bintang iklan.

"Dan dia sudah menjadi bintang iklan, sudah bisa mencari uang oleh dirinya sendiri. Jadi, bukanlah kategori remaja apalagi anak-anak," ungkap Dedi Mulyadi.

 


Alasan Mempublikasikan Video Debat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Dok. Humas Bappeda Provinsi Jawa Barat)

Tak sampai di situ, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa konten video yang dipublikasikannya tersebut ditujukan agar tindakan para anak remaja yang menjurus ke ranah kriminal tak terus bertambah.

"Kemudian, berikutnya adalah bahwa problem remaja hari ini sudah menjadi problem akut bahkan mengerikan. Tindakan-tindakannya sudah menjurus pada kriminal, walaupun mereka yang di bawah umur tidak bisa diperlakukan sebagaimana tindakan kriminal yang sudah dewasa," ucap Dedi.

Lanjut Baca:

"Salah satunya di daerah ada dua orang anak SMP yang tega menghabisi kakeknya gara-gara dilarang pakai motor keluar jam 11 malam. Kebiasaannya dia main game mobile sampai jam 4 dini hari karena mendapat fasilitas WIFI gratis di sebuah area taman. Ini adalah fakta," sambungnya. "Karena itu diperlukan tindakan-tindakan yang lebih nyata bukan hanya diskusi, bukan hanya wacana. Kalau enggak, saudara-saudara kita akan mengalami penyesalan karena anak-anaknya masuk dalam wilayah keterpurukan. Saya juga berkonsentrasi agar tidak lagi ada anak-anak remaja yang meminta-minta di jalan," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya