Menhut Sebut Tren Karhutla Menurun, tapi Tetap Harus Terus Waspada

Menhut Raja Juli menyebut penurunan tren karhutla ini tidak boleh membuat seluruh pihak menjadi jumawa.

oleh Tim NewsDiperbarui 29 April 2025, 14:37 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla 2025 mendampingi Menko Polkam Budi Gunawan di Riau. (Tim News).

Liputan6.com, Jakarta - Tren Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setiap tahunnya mengalami penurunan. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan hal ini tidak boleh membuatnya sombong sehingga tidak hati-hati.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni dalam konferensi pers di Lanud Roesmin Nurjadin, Povinsi Riau, Selasa (29/4/2025). Menhut Raja Antoni diketahui sebelumnya ikut melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla 2025 mendampingi Menko Polkam Budi Gunawan.

Dalam agenda tersebut, Menhut turut melakukan pengecekan pasukan, peninjauan kendaaraan dan alat-alat pencegahan dan penanganan Karhutla dari Manggala Agni, BPNPB, BMKG, TNI, Polri hingga pihak swasta.

Menhut Raja Antoni mengatakan Indonesia pernah menghadapi bencana yang memprihatinkan terkait Karhutla. Namun menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam pencegahan dan penanganan Karhutla telah belajar dengan baik sehingga tren angka statistik Karhutla pada saat ini terus mengalami penurunan.

"Kita ini adalah sebuah bangsa yang pembelajar dan bekerja keras, bahwa dalam sejarah, kita pernah menghadapi bencana yang sungguh memprihatinkan tetapi data menunjukkan kerja keras teman-teman semua ini sudah memperlihatkan keberhasilan yang baik dari angka statistik," ujar Menhut Raja Antoni.

"Misalkan pada tahun 2024 yang lalu dibandingkan dengan 2023 kebakaran hutan dan lahan turun dari 1,1 juta menjadi 370 ribu ini keberhasilan, bahkan angka pada tahun 2023 ketika itu terjadi El Nino dibandingkan dengan 4 tahun sebelumnya, ini ada 4 tahunan El Nino yaitu tahun 2009 angkanya juga turun dari sekitar 1,7 juta menjadi 1,1 juta," sambungnya.

Ia mengatakan hasil dari kerja keras dan belajar dari kesalahan masa lalu ini menimbulkan rasa bangga. Namun ia menyebut hal ini tidak boleh membuat seluruh pihak menjadi sombong dan tidak hati-hati.

"Jadi ada kebanggaan Pak, bahwa teman-teman ini bekerja dengan baik dan kita belajar dari kesalahan masa lalu dan kita memperbaiki diri sehingga trennya terus menurun, tapi tentu tidak membuat kita lengah, tidak membuat kita sombong, jumawa, sehingga kita tidak hati-hati," ujarnya.

 

Ingatkan Tetap Waspada Karhutla

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. (Dok. Istimewa)

Oleh sebab itu, Menhut menyebut diadakannya apel karhutla ini salah satunya bertujuan untuk mengingatkan agar waspada terus dilakukan.

"Itulah konteks acara hari ini, apel hari ini untuk mengingatkan kita kembali bahwa kebakaran hutan meskipun trennya menurun tapi kita tetap harus terus waspada," tuturnya.

Selain itu, Menhut Raja Antoni menegaskan terdapat tiga hal yang membuat tren Karhutla menurun. Pertama kolaborasi yang terpimpin, kedua pencegahan dan penegakan hukum dan ketiga adalah partisipasi masyarakat.

Infografis

Infografis Infografis Karhutla dan Kabut Asap Kepung Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya