3 Fakta Pendaki Gunung Merbabu yang Hilang dan Ditemukan Meninggal

Saat pendakian akhir pekan kemarin di Gunung Merbabu, Sugeng tidak mengabari istrinya setiap kali ia mencapai pos pendakian.

oleh Arviola Marchsyalina SyurgandariDiterbitkan 29 April 2025, 12:05 WIB
Wisata Jawa Tengah (Image by Ady Arif Fauzan from Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Sugeng Parwoto, seorang pendaki Gunung Merbabu yang dilaporkan hilang ditemukan tewas. Pria yang bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung itu terakhir kali terlihat saat memulai pendakian melalui jalur Timboa, Jumat, 18 April 2025.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sanento Budi Setyawa, mengatakan pada Rabu, 23 April 2025 bahwa Sugeng memang memiliki hobi mendaki. 

"Beliau memang hobi mendaki gunung, secara fisik sangat kuat. Biasanya naik hari Jumat, turun hari Minggu, dan sudah kembali bekerja pada hari Senin," ujarnya.

Namun di pendakian akhir pekan kemarin, Sugeng tidak mengabari istrinya setiap kali ia mencapai pos pendakian. Biasanya, ia selalu memberi kabar dari Pos 1, 2, dan seterusnya. Ketika hingga Minggu belum juga ada kabar, pihak keluarga mulai mencari dan melaporkan kejadian tersebut.

Tim Basarnas bersama relawan gabungan dari berbagai daerah, termasuk Boyolali, Magelang, Temanggung, dan Solo, telah turun tangan dalam upaya pencarian. Dinas Kesehatan juga memantau langsung proses pencarian di lokasi.

Menurut informasi yang dihimpun, Sugeng ke Merbabu bukan untuk muncak atau mencari jalan cepat, tapi memang sudah bergabung dengan komunitas untuk agenda rutin membersihkan jalur dan situs di sana. Pihak keluarga sempat melacak IMEI ponsel Sugeng dan diketahui titik koordinat berada di antara Posko 2 sampai Posko 3.

Namun setelah disisir, Tim SAR Gabungan belum juga menemukannya. Sugeng merupakan ASN yang telah mengabdi selama 25 tahun. Posisi terakhirnya sebagai Asisten Apoteker di Bidang Sumber Daya Kesehatan, khususnya di Gudang Farmasi.

Berikut sederet fakta terkait ditemukannya pendaki yang hilang di gunung Merbabu dalam kondisi meninggal dunia, dihimpun oleh Tim News Liputan6.com:

Lokasi Terakhirnya Sempat Terlacak

Pemandangan Gunung Merapi dilihat dari atas Gunung Merbabu di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (2/2/2019). Aktivitas Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir masih tinggi dan masih berada di level 2 atau waspada. (Merdeka/Arie Basuki)

Tim Basarnas bersama relawan gabungan dari berbagai daerah, termasuk Boyolali, Magelang, Temanggung, dan Solo, telah turun tangan dalam upaya pencarian. Dinas Kesehatan juga memantau langsung proses pencarian di lokasi.

"Koordinasi pencarian sekarang ditangani langsung oleh Basarnas. Kami semua berharap Pak Sugeng segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Sanento.

Berdasarkan informasi sementara, posisi terakhir Sugeng diketahui sudah mencapai Pos 5 Gunung Merbabu dan sempat mendirikan tenda. Namun, saat tim pencari mencapai lokasi tersebut, hanya ditemukan jas hujan, sepatu, dan mantel hujan yang tertinggal—tanpa jejak keberadaan dirinya.

Sugeng dikenal sering melakukan solo hiking, dan sebelumnya sudah beberapa kali mendaki Gunung Merbabu melalui jalur yang sama. Pihak keluarga, rekan kerja, dan seluruh relawan masih terus menanti kabar baik dari proses pencarian yang hingga kini masih berlangsung.

Dilacak Melalui Ponsel

Menurut informasi yang dihimpun, Sugeng ke Merbabu bukan untuk muncak atau mencari jalan cepat, tapi memang sudah bergabung dengan komunitas untuk agenda rutin membersihkan jalur dan situs di sana.

Pihak keluarga sempat melacak IMEI ponsel Sugeng dan diketahui titik koordinat berada di antara Posko 2 sampai Posko 3. Namun setelah disisir, Tim SAR Gabungan belum juga menemukannya.

Ditemukan Meninggal Dunia

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak seluruh warga setempat mendoakan almarhum Sugeng Parwoto, salah seorang ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

"Mari kita semua mendoakan almarhum Pak Sugeng Parwoto yang sebelumnya sempat dikabarkan hilang kontak saat pendakian di Gunung Merbabu. Beliau baru saja ditemukan tetapi sudah dalam keadaan meninggal dunia," katanya dalam silaturahim Forum OSIS Kabupaten Temanggung (FOT) di Temanggung Jumat sore.

Sugeng dan tercatat sebagai warga Krajan RT4/RW4 Tlogorejo, Kecamatan Temanggung. Ia melakukan pendakian Gunung Merbabu sejak Jumat, 18 April 2025 , melalui jalur Blok Timboa, Dusun Margomulyo, Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Pendaki itu memiliki ciri-ciri kurus, berjenggot, kulit sawo matang. Terakhir kali, Sugeng memakai baju abu-abu, bercelana biru dongker, memakai topi putih, dan jaket hitam.

Pada Minggu, 20 April 2025, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) menerima laporan adanya pendaki yang hilang. Tim relawan yang terdiri atas 10 orang, kemudian mulai melakukan pencarian pada Senin, 21 April 2025 pukul 08.45 WIB, dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, relawan, dan masyarakat setempat.

Tim gabungan sempat menemukan barang-barang Sugeng di Pos 5 jalur pendakian Gunung Merbabu via Timboa, di antaranya sepatu dan jas hujan.Setelah misi pencarian selama beberapa hari, pada Kamis, 24 April 2025 sekitar pukul 17.30 WIB, tim akhirnya berhasil menemukan Sugeng, namun telah dalam kondisi meninggal dunia.

Sugeng dikenal sering melakukan solo hiking, dan sebelumnya sudah beberapa kali mendaki Gunung Merbabu melalui jalur yang sama. Pihak keluarga, rekan kerja, dan seluruh relawan sebelumnya masih terus menanti kabar baik dari proses pencarian.

Daftar barang yang wajib dibawa saat naik gunung. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya