Inter Milan Digusur Napoli dari Puncak Klasemen, Simone Inzaghi Singgung Nasib Buruk Lagi Timnya

Inter Milan tergelincir ke dalam krisis di saat yang paling buruk, karena dalam kurun waktu delapan hari mereka tersingkir dari semifinal Coppa Italia dan kalah dalam dua pertandingan Serie A.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 28 April 2025, 17:00 WIB
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, tampak kecewa setelah anak asuhnya ditahan imbang Bologna dalam laga tunda pekan 19 Serie A 2024/2025 yang dihelat di Giuseppe Meazza, Kamis (16/1/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Inter Milan harus kehilangan kekuasannya di puncak klasemen sementara Liga Italia 2024/2025. Itu setelah La Beneamata dikalahkan AS Roma 0-1 di kandang sendiri di Stadion Giuseppe Meazza pada laga lanjutan Serie A, Minggu malam WIB (27/4/2025).

Pasalnya, pesaing dekatnya Napoli berhasil menundukkan Torino 2-0 di pekan ke-34 di Stadion Diego Armando Maradona, Senin (28/4/2025) dini hari WIB. Dua gol kemenangan mereka diborong Scott McTominay.

Kini tim asuhan Antonio Conte memegang kendali persaingan merebut scudetto dengan empat laga sisa. Tambahan tiga poin membuat skuad berjuluk Partenopei itu kini telah mengoleksi 74 poin.

Sementara itu, pelatih Inter Milan Simone Inzaghi mengaku kecewa setelah Inter menelan kekalahan ketiga berturut-turut. “Ini sepak bola. Ini adalah tiga kekalahan yang menyakitkan, tetapi tim telah memberikan segalanya,” kata Inzaghi kepada DAZN.

“Tidak banyak ketajaman, terutama di babak pertama hari ini, tetapi mereka mencoba menebusnya dengan sepenuh hati,” ujarnya


Masih Mendapat Dukungan Penuh dari Fans

Kemenangan ini membuat tim asuhan pelatih Simone Inzaghi berada di posisi kelima klasemen sementara Liga Champions 2024/2025. (Gabriel BOUYS/AFP)

Saat peluit akhir berbunyi, para ultras Inter memanggil para pemain ke Curva Nord dan mencoba menyemangati mereka untuk menghadapi ujian berikutnya, termasuk semifinal Liga Champions.

“Kekalahan di kandang sendiri sangat berarti bagi kami, jadi kenyataan bahwa para penggemar menyemangati dan mendukung kami sangat berarti. Para pemain saya selalu memberikan hati dan jiwa mereka, saya akan selalu berterima kasih kepada mereka untuk itu,” lanjut Inzaghi.


Inzaghi Singgung Soal Absennya Sejumlah Pemain

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, berhasil mengukir kemenangan ke-200 di Serie A setelah timnya menang atas Lecce pada laga pekan ke-22 di Stadio Ettore Giardiniero - Via del Mare, Minggu (27/01/2025) dini hari WIB. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

“Tentu saja, kami tidak terbiasa dengan tiga kekalahan berturut-turut. Ini adalah minggu yang berat, antara lemparan ke dalam, penalti, dan absennya pemain.

“Kami tidak bisa membicarakan ini sekarang, kami melihat Barcelona tadi malam dan sudah tahu seberapa kuat mereka, tetapi kami pergi ke sana dengan rasa hormat dan tanpa rasa takut.”


Inter Milan Alami Krisis Paling Buruk

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi (kanan) memeluk Yann Sommer pada akhir laga lanjutan Serie A 2024/2025 melawan Como di Stadion Giuseppe Meazza, Milan pada Senin 23 Desember 2024 waktu setempat atau Selasa 24 Desember 2024 dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Nerazzurri telah tergelincir ke dalam krisis di saat yang paling buruk, karena dalam kurun waktu delapan hari mereka tersingkir dari semifinal Coppa Italia dari Milan dan kalah dalam dua pertandingan Serie A berturut-turut.

Statistik yang paling menghancurkan dari semuanya adalah bahwa dalam tiga kekalahan tersebut, Inter gagal mencetak satu gol pun, catatan negatif yang tidak pernah terjadi sejak Februari 2012 ketika ironisnya pelatihnya adalah Claudio Ranieri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya