Liputan6.com, Jakarta Salah satu film Hollywood yang tengah dinantikan pecinta film seluruh dunia, Thunderbolts, tak lama lagi akan meramaikan bioskop Indonesia. Namun, kebiasaan penonton saat ini, sudah mulai banyak yang terlebih dahulu melihat sudut pandang kritikus sebelum mereka datang ke bioskop.
Rupanya dalam hal ini, Thunderbolts terbilang unggul. Pasalnya, sejumlah jurnalis media mancanegara banyak yang menyampaikan kesan positif mereka setelah mendapatkan kesempatan untuk ikut menonton lebih awal film garapan Marvel Studios ini.
Advertisement
Menelusuri beberapa media luar terkemuka, banyak jurnalis film yang berpendapat Thunderbolts memiliki perpaduan unik antara aksi dan drama yang sanggup meneteskan air mata. Pendapat lain mengatakan bahwa akting beberapa pemain dalam Thunderbolts sangat mempengaruhi kualitas film ini.
Seperti disampaikan Independent, dari rangkaian pujian, bisa dianggap bahwa Thunderbolts* merupakan film yang terbilang "fantastis" serta banyak pujian dalam hal "penyelamannya yang berani terhadap trauma, penyembuhan, dan penebusan". Namun sebagai film dengan kumpulan karakter yang sudah ada sebelumnya, apakah ini berarti Thunderbolts akan selaris dan sesukses film The Avengers?
Peran Besar Florence Pugh dan Tema Kesehatan Mental
Matt Neglia, pemimpin redaksi dari Next Best Picture, mengatakan bahwa nuansa segar dalam film ini "datang di saat yang tepat" ketika waralaba film-film Marvel membutuhkan "darah dan arahan baru". Ditambahkan juga bahwa peran besar Florence Pugh sangat berpengaruh dalam film ini lantaran karakternya, Yelena Belova, "memikul sebagian besar beban dramatisasi di punggungnya".
Sementara Lewis Pullman yang memerankan karakter baru dalam waralaba Marvel Cinematic Universe (MCU) yang bernama Bob (diketahui ia merupakan alter ego karakter Sentry), dinilainya telah berhasil memberikan "penampilan yang kompleks sebagai karakter simpatik yang berperang dengan dirinya sendiri."
Kritikus Rendy Jones turut menyampaikan bahwa Thunderbolts*: Marvel akhirnya sukses membawa isu kesehatan mental dan depresi sebagai masalah serius ketimbang hanya demi sebuah sindiran. Disampaikan juga bahwa film ini merupakan karya ansambel (kumpulan) karakter memikat berkat Florence Pugh dan Lewis Pullman.
Chemistry Antar Pemain
Jacob Fisher, pemilik DiscussingFilm, menulis kritik positifnya dengan menyebut Thunderbolts* sebagai film fantastis dan para pemerannya memiliki chemistry yang kuat satu sama lain, terutama Florence Pugh dan Lewis Pullman yang dinilai paling menonjol. Adegan aksinya pun dianggapnya sangat kuat. "Namun yang terpenting, cerita film ini menghantam saya seperti berton-ton batu bata, berani, penting, dan ditulis dengan sangat baik," kata Jacob Fisher melansir Independent.