Liputan6.com, Jakarta Fattah Syach, aktor muda kelahiran Jakarta, 11 April 2005, kini semakin mencuri perhatian publik berkat perannya dalam sinetron Asmara Gen Z.
Putra sulung pasangan artis Attar Syach dan Ananda Lontoh ini menunjukkan bakatnya di dunia hiburan sejak usia muda, dan kini namanya makin dikenal di kalangan penonton televisi tanah air.
Advertisement
Karier Fattah dimulai pada tahun 2022 sebagai presenter di program digital MNC Vision berjudul Bucin. Tak lama kemudian, ia menjajal dunia akting lewat film ARGANTARA, di mana ia memerankan karakter Johan Adibaskara.
Debutnya di layar lebar ini menjadi langkah awal yang membuka pintu untuk peran-peran selanjutnya. Pada tahun 2023, Fattah mulai aktif di dunia sinetron.
Ia tampil dalam sinetron Gadis Titisan Jawara, memperluas jangkauan penggemarnya dan memperkuat posisinya di industri hiburan. Perannya dalam serial ini menunjukkan kemampuannya dalam membawakan karakter yang kompleks dan menarik.
Puncak Popularitas
Puncak popularitas Fattah datang ketika ia dipercaya menjadi pemeran utama dalam sinetron Asmara Gen Z yang tayang di SCTV sejak akhir 2024.
Dalam sinetron tersebut, ia memerankan karakter bernama Fattah, seorang remaja yang harus menghadapi berbagai dinamika dan konflik dalam kehidupannya. Aktingnya yang natural dan penuh emosi berhasil memikat hati penonton.
Keponakan Duta SO7
Selain berprestasi di dunia hiburan, Fattah juga dikenal memiliki hubungan keluarga yang menarik perhatian. Dikutip dari Kapanlagi.com, ia merupakan keponakan dari Duta, vokalis band legendaris Sheila On 7, yang merupakan adik ipar sang ibu.
Fattah aktif di media sosial dan kerap membagikan momen kebersamaannya dengan sang paman, membuatnya semakin dekat dengan para penggemar.
Sinopsis Episode Baru
Sementara itu, dalam episode terbaru Asmara Gen Z, penonton diajak menyelami hubungan yang berkembang di antara para karakter muda. Dari permintaan maaf yang tulus hingga rencana pencarian yang penuh teka-teki, setiap momen membawa kita lebih dekat kepada perjalanan emosional mereka. Sementara itu, godaan yang tak terduga menguji kesabaran dan batasan mereka.
Motor Flavio melaju dengan tenang, sementara Flavio memeluk William erat dan bersandar di punggungnya. Dengan suara lembut, William meminta maaf karena kurang peka terhadap banyak hal. Flavio menanggapi dengan penuh pengertian, "Yang penting, kamu selalu ada di sisiku."