Jelang Keberangkatan Jamaah Haji 2025, Polisi Perketat Pengawasan Bandara Soetta

Polisi akan memperketat keamanan Bandara Soetta, Cengkareng untuk mengantisipasi potensi munculnya jemaah gelap yang memanfaatkan situasi musim haji 2025.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 23 April 2025, 20:30 WIB
Jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) 1 embarkasi haji Jakarta - Pondok Gede memasuki bus menjelang keberangkatan menuju Bandara Soekarno - Hatta di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/6/2022) dini hari. Sebanyak 389 calon haji asal DKI Jakarta yang tergabung dalam kloter 1 embarkasi haji Jakarta - Pondok Gede diberangkatkan menuju tanah suci Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno - Hatta. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Fase pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci segera dimulai. Kloter pertama jemaah haji akan diberangkatkan mulai Jumat, 2 Mei 2025 mendatang. 

Terkait hal ini, aparat Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pun akan memperketat pengawasan penumpang di wilayah Bandara Soetta. Hal ini untuk mengantisipasi muncuknya jemaah gelap yang nekat terbang ke Arab Saudi untuk beribadah haji.

"Kami tentunya akan memperketat pengawasan terkait dengan antisipasi keberadaan jemaah gelap yang memanfaatkan situasi musim haji 2025 ini," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Ronald Sipayung, Rabu (23/4/2025).

Bukan hanya karena arahan dari Badan Penyelenggara Haji saja, tapi pihaknya juga menerima sejumlah informasi terkait dengan potensi proses keberangkatan sejumlah penumpang yang memanfaatkan musim haji untuk pergi ke Arab Saudi, namun menggunakan visa non-haji.

"Kami juga terima adanya upaya sejumlah penumpang yang mau berangkat haji tapi pakai visa non-haji. Hal-hal ini yang kami antisipasi, kami pun berkoordinasi juga dengan imigrasi Bandara Soetta, untuk memperketat pengawasannya," katanya.

Sebelumnya, Badan Penyelenggara Haji meminta agar pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta, dan juga kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya potensi jemaah gelap alias jemaah haji ilegal.

 

Sering Jadi Masalah bagi Jemaah Haji Resmi

Cuaca panas ekstrem di Padang Arafah mencapai 45 derajat Celcius. Selain semprotan kabut air yang tersedia di sejumlah tempat, hal ini membuat banyak jemaah haji menggunakan payung untuk melindungi diri dari teriknya sengatan sinar matahari saat wukuf. (AP Photo/Amr Nabil)

Wakil Ketua Badan Penyelenggara Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, hal itu patut menjadi fokus dan diantisipasi lantaran permasalahan serupa kerap terjadi setiap tahunnya.

"Petugas di Bandara Soekarno-Hatta dan juga kepolisian diminta agar lebih waspada terhadap jemaah gelap pada saat musim haji tiba. Karena selama ini, sering kali jadi masalah buat jemaah haji kita yang legal di Tanah Suci, mereka memanfaatkan visa ziarah dan umrah," ujarnya.

Pihaknya juga berkomitmen untuk mendukung terus upaya penertiban jemaah ilegal ini, dan nantinya bila ditemukan kasus demikian segera ditindak secara tegas.

Infografis Perbedaan Rukun dan Wajib Haji dengan Rukun Umrah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya