Harris Vriza Deg-degan Menjelang Ijab Kabul, Siap Menikah dengan Haviza Devi Anjani

Aktor Harris Vriza merasakan deg-degan menjelang pernikahannya dengan Haviza Devi Anjani pada 4 Mei 2025, meski berpengalaman berakting.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 23 April 2025, 19:15 WIB
Potret Harris Vriza Lamar Haviza Devi Anjani. (Sumber: Instagram/harrisvriza)

Liputan6.com, Jakarta Harris Vriza, aktor yang dikenal luas berkat perannya dalam sinetron, kini menghadapi momen yang lebih menegangkan daripada sekadar berakting. Menjelang hari bahagianya, ia mengaku merasakan deg-degan yang luar biasa saat akan melangsungkan ijab kabul dengan Haviza Devi Anjani pada tanggal 4 Mei 2025. Momen ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah langkah besar dalam hidupnya.

Dalam sebuah wawancara bersama media, Harris menjelaskan bahwa meskipun ia sudah terbiasa dengan adegan-adegan romantis di layar kaca, pernikahan adalah hal yang jauh lebih berkesan dan memiliki makna yang mendalam.

“Di sinetron, jika ada kesalahan, kita bisa mengulangnya. Tapi, dalam pernikahan, momen itu unik dan tak terulang,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya momen ijab kabul bagi Harris, yang merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya.

Persiapan pernikahan Harris dan Haviza sudah hampir mencapai 100 persen, dan ia menjelaskan bahwa keputusan untuk menikah pada tahun 2025 muncul dari kesadaran akan usia yang semakin dewasa dan hubungan mereka yang telah terjalin selama kurang lebih lima tahun.

“Kami sudah saling mengenal dengan baik, dan saya merasa ini waktu yang tepat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius,” tambahnya.


Persiapan Pernikahan yang Matang

Acara Lamaran Harris Vriza dan Haviza Devi Anjani (Sumber: IG/@harrisvriza)

Harris juga pernah mengungkapkan bahwa persiapan pernikahan mereka dilakukan dengan sangat matang. Segala sesuatu mulai dari pemilihan lokasi, gaun pengantin, hingga undangan sudah dipersiapkan dengan baik. Ia juga menyatakan bahwa pernikahan ini bukan hanya tentang mereka berdua, tetapi juga melibatkan keluarga dan orang terdekat.

“Kami ingin semua orang yang kami cintai bisa merasakan kebahagiaan ini bersama kami,” jelasnya.

Harris juga menegaskan bahwa keputusan untuk menikah bukanlah karena paksaan dari orang tua. Ia dan Haviza sepenuhnya yakin dengan pilihan mereka.

“Kami ingin membangun rumah tangga yang penuh cinta dan saling menghormati,” katanya. Hal ini menunjukkan kedewasaan dan komitmen yang kuat dari pasangan ini dalam menjalani hidup bersama.

Menjelang hari H, rasa gugup Harris semakin meningkat. Ia mengakui bahwa pernikahan adalah 'ibadah terpanjang seumur hidup' dan merasa bertanggung jawab untuk menjalani momen tersebut dengan baik.

Lanjut Baca:

“Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Haviza dan keluarga kami,” ujarnya. Momen ijab kabul bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan janji suci yang akan mereka pegang seumur hidup.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya