Suasana Khidmat Selimuti Perayaan Galungan di Pura Amertha Sari Cinere

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 23 April 2025, 13:30 WIB
Suasana Khidmat Selimuti Perayaan Galungan di Pura Amertha Sari Cinere
Umat Hindu mengikuti upacara persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Amertha Sari, Cinere, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2025). Hari Raya Galungan dirayakan umat Hindu sebagai hari kemenangan kebaikan atau kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma). Galungan juga menjadi hari untuk merayakan terciptanya alam semesta beserta isinya. Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari sekali dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan. Perayaan Galungan tidak hanya sarat nilai filosofis, tetapi juga menjadi ajang refleksi spiritual.
Umat Hindu mengikuti upacara persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Amertha Sari, Cinere, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Hari Raya Galungan dirayakan umat Hindu sebagai hari kemenangan kebaikan atau kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma). (merdeka.com/Arie Basuki)
Galungan juga menjadi hari untuk merayakan terciptanya alam semesta beserta isinya. (merdeka.com/Arie Basuki)
Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari sekali dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perayaan Galungan tidak hanya sarat nilai filosofis, tetapi juga menjadi ajang refleksi spiritual. (merdeka.com/Arie Basuki)
Untuk diketahui, secara etimologis, Galungan bermakna “bertemu” atau “bersatu”, yang menggambarkan bersatunya kekuatan rohani dalam diri manusia untuk menegakkan kebaikan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya