Umat Hindu mengikuti upacara persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Amertha Sari, Cinere, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Hari Raya Galungan dirayakan umat Hindu sebagai hari kemenangan kebaikan atau kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma). (merdeka.com/Arie Basuki)
Galungan juga menjadi hari untuk merayakan terciptanya alam semesta beserta isinya. (merdeka.com/Arie Basuki)
Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari sekali dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perayaan Galungan tidak hanya sarat nilai filosofis, tetapi juga menjadi ajang refleksi spiritual. (merdeka.com/Arie Basuki)
Untuk diketahui, secara etimologis, Galungan bermakna “bertemu” atau “bersatu”, yang menggambarkan bersatunya kekuatan rohani dalam diri manusia untuk menegakkan kebaikan. (merdeka.com/Arie Basuki)