Prabowo ke Sumsel, Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam

Usai peluncuran tersebut, Prabowo direncanakan kembali ke Kota Palembang untuk selanjutnya lepas landas menuju Jakarta.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 23 April 2025, 12:32 WIB
Menhan Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta usai menghadiri KTT di Yordania terkait krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina akibat agresi militer Israel. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025). Prabowo diagendakan meluncurkan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden, Prabowo bertolak ke Palembang dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta sekitar pukul 08.30 WIB.

Setibanya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Prabowo akan langsung menuju Kabupaten Banyuasin. Selain itu, dia juga dijadwalkan melakukan tanam raya bersama yang digelar Kementerian Pertanian.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menyampaikan Gerina merupakan langkah nyata untuk menanam, menumbuhkan, dan memanen tanaman pangan yang dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Gerakan ini merupakan upaya mewujudkam swasembada pangan.

"Gerakan ini diharapkan turut mewujudkan swasembada pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional," tutur Yusuf.

Usai peluncuran tersebut, Prabowo direncanakan kembali ke Kota Palembang untuk selanjutnya lepas landas menuju Jakarta. Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Bantuan 1.000 Ekor Burung Hantu Sukses Basmi Hama Tikus di Sawah Majalengka

Bantuan 1.000 ekor burung hantu untuk bantu basmi hama tikus. (Foto: Kementerian PU)

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi atas bantuan 1.000 ekor burung hantu yang diberikan Presiden Prabowo Subianto, sebagai solusi alami untuk mengatasi serangan hama tikus di kawasan pertanian, khususnya di Majalengka, Jawa Barat. 

Adapun bantuan burung hantu dari Prabowo tersebut diumumkan dalam acara panen serempak di Desa Randegan Wetan, Kabupaten Majalengka, pada Senin, 7 April 2025.

Dody menilai, bantuan tersebut sangat relevan dan mendukung keberhasilan penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), yang telah terbukti mampu meningkatkan produksi padi secara signifikan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas dukungan nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung peningkatan produksi pertanian nasional melalui pemberian burung hantu ini," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (21/4/2025).

IPHA merupakan inovasi dalam budidaya padi yang mengatur siklus pengairan sawah secara berselang (intermittent irrigation). Teknologi ini mampu menghemat air hingga 30 persen serta meningkatkan produktivitas padi hingga 169 persen dibanding metode konvensional.

Namun, penerapan IPHA juga menghadapi tantangan. Salah satunya meningkatnya ancaman hama tikus. Kondisi sawah yang lebih dangkal dalam sistem IPHA memungkinkan tikus lebih mudah mencapai batang padi, sehingga meningkatkan risiko kerusakan panen.

"Solusi alami berupa penggunaan burung hantu sebagai predator tikus terbukti efektif menekan populasi hama. Langkah ini juga lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia," imbuh Dody.

Sebelumnya, para petani di Indramayu dan Cirebon telah menerapkan metode pengendalian hama ini dengan memasang rumah burung hantu di sekitar area persawahan. 

"Keberhasilan metode tersebut mendorong petani di Majalengka untuk mengadopsinya. Dukungan Prabowo menjadi bentuk nyata perhatian terhadap keresahan petani akibat serangan tikus," kata Dody. 

jumlah petani indonesia turun sejak tiga tahun terakhir (liputan6/yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya