Bakal Kuasi Reorganisasi, Bumi Resources Gelar RUPSLB 2 Juni 2025

Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana meminta persetujuan kepada para pemegang saham untuk melakukan kuasi reorganisasi

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 23 April 2025, 06:00 WIB
Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana meminta persetujuan kepada para pemegang saham untuk melakukan kuasi reorganisasi dalam RUPSLB pada 2 Juni 2025.

Rencana kuasi reorganisasi sebelumnya pernah diajukan oleh BUMI pada pertengahan 2024. Namun perseroan akhirnya membatalkan pembahasan terkait rencana kuasi reorganisasi dalam RUPSLB pada saat itu.

Perseroan bermaksud melakukan rencana kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan posisi agio saham yang merupakan selisih lebih antara setoran modal dengan nilai nominal saham.

Oleh karena itu, sebagai langkah selanjutnya, perseroan akan melakukan restrukturisasi terhadap modal melalui rencana kuasi reorganisasi, yaitu dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan saldo agio saham.

"Tujuan perseroan untuk melaksanakan rencana kuasi reorganisasi adalah untuk memperbaiki saldo laba perseroan, agar Perseroan dapat melakukan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Selain itu, apabila rencana kuasi reorganisasi tidak dilakukan saat ini, maka akan sulit bagi perseroan untuk membagikan dividen dalam waktu dekat, sekalipun dari sisi keuangan Perseroan memiliki prospek keuangan yang baik," ungkap manajemen Bumi Resources Tbk dalam keterbukaan informasi Bursa, Rabu (23/4/2025).

Sederet Manfaat 

Adapun beberapa manfaat dari Rencana Kuasi Reorganisasi bagi perseroan antara lain, yang pertama, memberikan gambaran yang sesungguhnya atas kondisi keuangan perseroan saat ini dan ke depannya.

Perseroan diharapkan dapat meneruskan usahanya secara lebih baik (fresh start), dengan posisi keuangan sekarang dan tanpa dibebani defisit masa lampau.

Kedua, memperbaiki struktur ekuitas perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan saldo agio saham yang merupakan selisih lebih antara setoran modal dengan nilai nominal saham.

Ketiga, dengan tidak adanya saldo defisit, maka perseroan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga akan meningkatkan minat dan daya tarik bagi investor untuk memiliki saham pada perseroan.

Keempat, dengan kondisi posisi keuangan yang tanpa dibebani defisit masa lampau, perseroan diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan dalam rangka pengembangan usaha. Kelima, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, nilai investasi bagi investor dan nilai perseroan.

 

Performa Keuangan

Opsi kebijakan buyback tanpa RUPS merupakan salah satu kebijakan yang sering dikeluarkan di sektor pasar modal dan dapat meningkatkan fleksibilitas harga saham. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan juga menunjukkan tren performa keuangan yang membaik dari tahun ke tahun. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan laba bruto sebesar 23% dari sebelumnya sebesar USD 137 juta di tahun 2023 menjadi USD 169 juta di tahun 2024.

Laba bruto Perseroan menurun apabila dibandingkan dengan tahun 2022 dikarenakan pada tahun tersebut terjadi peningkatan harga batu bara secara global yang signifikan sebagai akibat dari ketidakseimbangan penawaran atau permintaan batu bara dan dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Tren performa yang positif ini juga terlihat dari meningkatnya laba usaha Perseroan dari sebesar USD 56,8 juta di tahun 2023 menjadi USD 61 juta di tahun 2024.

Pada bulan Oktober 2022, Perseroan melakukan pelunasan atas keseluruhan utang berdasarkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau utang PKPU melalui Peningkatan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) senilai USD 1,6 miliar atau setara dengan Rp 24 triliun.

"Dengan pelunasan Utang PKPU ini, Perseroan menjadi perusahaan yang bebas utang dan tidak lagi memiliki beban atas bunga yang dibayar kepada para kreditur Utang PKPU sejak Desember 2017," ungkap manajemen Bumi Resources Tbk.

Pada periode tahun 2022, Perseroan memiliki laba tahun berjalan sebesar USD 556,6 juta dikarenakan pada tahun tersebut terjadi peningkatan harga batu bara secara global yang signifikan sebagai akibat dari ketidakseimbangan penawaran atau permintaan batu bara dan dampak dari perang Rusia-Ukraina. Laba tahun berjalan tersebut kemudian menurun menjadi USD 26,9 juta di tahun 2023 lalu kemudian kembali melonjak sebesar 235% menjadi USD 90 juta di tahun 2024. Rata- rata 3 (tiga) tahun atas laba tahun berjalan Perseroan adalah sebesar USD 224,6 juta.

"Perseroan memiliki prospek yang baik, terbukti dengan adanya laba operasional positif dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama tiga tahun berturut-turut," kata manajemen.

 

Bersiap Meraih Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Perseroan memiliki keyakinan yang kuat bahwa industri batu bara akan terus bertumbuh pada masa mendatang. Perseroan optimistis permintaan batu bara, untuk 5-10 tahun ke depan masih akan melampaui pasokan global mengingat kemampuan energi terbarukan yang masih terbatas dalam menggantikan batu bara. Faktor di atas dipercaya dapat menjaga harga batu bara tetap tinggi untuk jangka menengah.

Target produksi batu bara Indonesia pada tahun 2025 mencapai 735 juta ton atau naik 3,52% dari target tahun 2024 sebesar 710 juta ton, dengan proyeksi kebutuhan domestik sebesar 230 juta ton dan 505 juta ton untuk ekspor. Harga batu bara diperkirakan akan cukup baik di tahun 2025 yang disebabkan keseimbangan energi global yang diprediksi masih membutuhkan batu bara sebagai sumber energi alternatif.

Perseroan melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang produksi batu bara, yaitu PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia, memiliki total cadangan batu bara Joint Ore Reserves Committee (JORC) lebih dari 987 juta ton dan sumber daya batu bara JORC lebih dari 4.395 juta ton, serta kapasitas produksi sebesar 90 juta ton per tahun secara gabungan, dengan asumsi harga batu bara yang kurang lebih sama dengan kondisi harga batu bara saat ini, diperkirakan pendapatan Perseroan akan tetap tinggi di masa yang akan datang.

Dengan dilunasinya Utang PKPU pada bulan Oktober 2022, saat ini Perseroan tidak memiliki beban bunga yang besar, yang telah menurunkan biaya Perseroan secara signifikan. Selain itu, Perseroan memiliki rencana untuk melakukan diversifikasi operasi dan mengurangi biaya operasional melalui program efisiensi dan digitalisasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya