Jokowi Tanggapi Kritik Pertemuannya dengan Sespimmen Polri

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai kritikan publik terkait pertemuannya dengan para peserta didik Sespimmpen Polri. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

oleh Nanda Perdana PutraDelvira HutabaratDiterbitkan 22 April 2025, 18:30 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritikan terkait pertemuannya dengan para Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri di kediamannya Solo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menanggapi pertemuannya dengan Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri di rumah Solo, Jawa Tengah, pada 17 April 2025 yang menjadi sorotan publik. Termasuk kritik yang dilayangkan Bendum Partai Nasdem Ahmad Sahroni.

“Ya kita ini di rumah kan yang datang banyak, ada yang dari Taruna Nusantara, ada yang juga pernah dari Angkatan Laut Taruna Angkatan Laut,” tutur Jokowi di Menteng, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025).

Menurut Jokowi, pertemuannya dengan para peserta Sespimmen Polri hanya membahas terkait kepemimpinan.

“Kemarin dari kepolisian ada dari Sespim datang menanyakan mengenai yang berkaitan dengan leadership, ada yang berkaitan ya urusan-urusan sebetulnya nanti ke depan akan seperti apa, ya saya sampaikan yang saya tahu, yang nggak tahu nggak mungkin saya sampaikan,” kata dia.

Diketahui, Serdik Sespimmen Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 berkunjung ke kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

Pertemuan itu berlangsung tertutup selama kurang lebih satu jam. Ada berbagai tema yang dibahas, salah satunya terkait sinergi antara Polri dan TNI.

Sahroni Sebut Jokowi Alami Post Power Syndrome

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni.

Sebelumnya diberitakan, Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengalami post power syndrome

Pernyataan itu terkait pertemuan Jokowi dengan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 yang dibagikan ke media sosial 

"Kalau di ruang terbuka kan orang anggapannya jadi beda-beda, wah ini jangan-jangan Pak Jokowi masih post power syndrome. Dia pengen juga terus tampil dalam kondisi," kata Sahroni di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2025).

 

Tak Perlu Dipublikasikan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) dan Ketua Pelaksana Jakarta E-Prix Ahmad Sahroni berada di atas panggung saat penyerahan piala Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta, Sabtu (4/6/2022). Andalan Jaguar TCS Racing Mitch Evans memenangkan ajang balap Formula E Jakarta e-Prix 2022. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sahroni menilai niat baik Jokowi sebenarnya tidak masalah, namun seharusnya tidak dipublikasikan secara umum. "Secara niat baik, baik sekali nggak apa-apa. Tapi enggak usah di-upload lah. Ini (pandangan) pribadi ya, bukan atas nama partai," kata dia.

Sebagai informasi, Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri ke-65 menemui Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo. Foto dari pertemuan tersebut diunggah di akun instagram @Sespimmen65 sebelum akhirnya dihapus.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya