Petani Bawang Merah Sukomoro Merugi

Harga bawang merah kualitas super merosot hingga hampir 50 persen. Anjloknya harga bawang di antaranya disebabkan sejumlah daerah penghasil bawang merah yang juga tengah panen raya.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Agustus 2003, 05:33 WIB
Liputan6.com, Nganjuk: Petani bawang merah di Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur, mengeluh karena harga komoditi yang dihasilkan tak sesuai harapan. Bawang merah kualitas super kini hanya dihargai Rp 2.800 per kilogram. Padahal, tahun sebelumnya mencapai Rp 5.500 per kg. Sementara bawang merah kualitas sedang seharga Rp 2.500 per kg dan kualitas biasa Rp 2.000 setiap kg-nya. Demikian pemantauan SCTV di Nganjuk, baru-baru ini.

Anjloknya harga bawang di antaranya disebabkan sejumlah daerah penghasil bawang merah seperti Probolinggo, Brebes, dan Madura pun tengah panen raya. Nasib petani Sukomoro kian terpuruk karena mereka hanya bisa memanen seperempat lahan yang ditanami, menyusul serangan hama ulat. Alih-alih mendapat untung, mereka merugi hingga sekitar Rp 2 juta untuk biaya pestisida dan penyemprotan.

Nasib yang sama juga dialami petani bawang merah di Cirebon, Jawa Barat. Bahkan, para petani di sana merugi hingga puluhan juta akibat anjloknya harga di pasaran lokal [baca: Harga Bawang Anjlok, Petani di Cirebon Mengeluh].

Harga bawang merah sebenarnya sempat naik hingga dua kali lipat di Tegal dan Brebes, Jawa Tengah, dua bulan silam [baca: Bawang di Brebes Langka dan Mahal]. Ini dikarenakan stok bawang merah lokal di pasar-pasar di dua kota tersebut langka.(ZAQ/Agus Ainul Yaqin dan Danang S.)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya