Liputan6.com, Jakarta - Jelang keberangkan jemaah haji Indonesia pada tahun ini, pemerintah menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan melalui vaksinasi. Selain vaksin meningitis yang telah menjadi syarat wajib selama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga menetapkan vaksin polio sebagai kewajiban baru bagi seluruh jemaah dan petugas haji.
"Kewajiban vaksinasi polio bagi para jemaah dan petugas haji mengikuti ketentuan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikeluarkan Maret 2025 bagi para pelaku perjalanan dari Indonesia. Aturan itu ditujukan bagi negara yang pernah mengalami kasus polio selama satu tahun terakhir,” jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Liliek Marhaendro Susilo, dalam acara Bimbingan Teknis Terintegrasi Tenaga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2024M/1446H, yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta (16/4).
Advertisement
Sebagai respons atas aturan dari otoritas kesehatan Arab Saudi tersebut, Kemenkes pun telah bersiap mendistribusikan vaksin poliomyelitis bagi seluruh jemaah haji reguler serta petugas haji, seperti disampaikan Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Prima Yosephine.
"Pemerintah telah menyiapkan vaksin Poliomyelitis bagi seluruh jemaah haji reguler dan petugas haji,” ujar Prima.
“Adapun untuk jemaah umrah dan jemaah haji khusus, vaksinasi dilakukan secara mandiri.”
Jenis vaksin yang digunakan adalah Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) dengan dosis tunggal. Vaksin ini diberikan paling lambat dua hingga empat minggu sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Menariknya, vaksin IPV dapat diberikan secara bersamaan dengan vaksin meningitis meningokokus, influenza, maupun COVID-19—membuat proses vaksinasi lebih efisien tanpa mengurangi efektivitas.
Kenapa Polio Kini Jadi Perhatian?
Poliomyelitis, atau yang lebih dikenal sebagai polio, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio dan menyerang sistem saraf pusat. Meskipun kasusnya telah menurun secara global, beberapa negara—termasuk Indonesia—masih mencatatkan temuan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Polio bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia. Dalam kondisi yang parah, infeksi ini bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian dalam waktu singkat.
Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan polio. Vaksinasi merupakan satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah penularan.
Tetap Waspada Meningitis
Selain vaksin polio, vaksin meningitis tetap menjadi syarat wajib yang tidak bisa diabaikan. Vaksin ini penting untuk melindungi jemaah dari penyakit meningitis meningokokus, infeksi serius yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, terus memastikan bahwa jemaah haji mendapatkan akses dan informasi yang memadai tentang vaksinasi, demi memastikan ibadah haji yang aman dan sehat.
Strategi Jaga Kesehatan di Tanah Suci
Kombinasi perlindungan dari vaksin polio, meningitis, dan vaksin pendukung lainnya seperti influenza dan COVID-19 menjadi langkah strategis untuk menjaga kesehatan jemaah di Tanah Suci.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap risiko kesehatan yang dapat dicegah.